Nasib 3 Anggota Polda Jabar usai Viral Intimidasi Satpam Bundaran HI, Kini Terancam Sanksi
Eri Ariyanto July 26, 2026 01:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Tiga anggota Polda Jawa Barat yang viral karena diduga mengintimidasi seorang satpam di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, dipastikan tetap menjalani sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri. 

Proses etik tersebut tetap berlanjut meski korban dan ketiga anggota polisi telah berdamai. Polda Jabar menegaskan penyelesaian damai tidak menghapus proses penegakan disiplin terhadap anggotanya. 

Hasil pemeriksaan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) menemukan adanya dugaan pelanggaran kode etik profesi Polri. 

Ketiga anggota yang terlibat kini akan mempertanggungjawabkan perbuatannya melalui mekanisme sidang etik. 

Polda Jabar juga menyampaikan permohonan maaf kepada korban, Fiktor Harefa, atas tindakan arogan yang dilakukan anggotanya. 

Kepolisian menegaskan komitmennya menindak tegas setiap pelanggaran secara profesional dan transparan. 

Kasus ini sebelumnya menjadi sorotan publik setelah video dugaan intimidasi terhadap satpam proyek MRT viral di media sosial. 

Di sisi lain, Fiktor mengaku berencana meninggalkan pekerjaannya di Jakarta dan pindah menjadi petugas keamanan di Bandung. 

Rencana tersebut muncul setelah dirinya bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Baca juga: Kades Sidetapa Bali Prihatin Warganya Tewas Diduga Dikeroyok Massa, Tegaskan Indonesia Negara Hukum

Seperti diketahui, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, memohon maaf kepada Fiktor Harefa yang merupakan seorang satpam di kawasan Bundaran HI, Jakarta, atas tindakan tak pantas dari tiga anggota Polda Jabar.

Hendra menyebut, meski sudah ada perdamaian antara para pihak, Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jabar tetap melakukan pemeriksaan.

"Hasilnya, ditemukan cukup bukti adanya dugaan pelanggaran kode etik profesi Polri sebagaimana diatur dalam Peraturan Kepolisian Nomor 7 Tahun 2022," katanya, Minggu (26/7/2026).

Hendra menegaskan, proses selanjutnya akan dilaksanakan melalui mekanisme sidang komisi kode etik profesi Polri.

Dia juga mengatakan, Polda Jabar berkomitmen menindak tegas, profesional, dan transparan terhadap setiap pelanggaran yang dilakukan anggotanya, serta mengapresiasi seluruh kritik dan masukan dari masyarakat sebagai bagian upaya perbaikan dan peningkatan pelayanan.

Sebelumnya, Polda Jawa Barat mengakui tiga pria yang melakukan intimidasi terhadap seorang satpam proyek MRT di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Rabu (22/7/2026) merupakan anggotanya. 

Pengaakuan tersebut disampaikan Kombes Pol Hendra Rochmawan menyusul viralnya video dugaan intimidasi terhadap petugas keamanan proyek MRT di Bundaran HI. 

SATPAM VS SOPIR - Vicol Harefa, satpam yang dipaksa sujud dan minta maaf gara-gara menegur pengemudi Alphard yang menerobos lampu merah penyeberangan di Bundaran HI
SATPAM VS SOPIR - Vicol Harefa, satpam yang dipaksa sujud dan minta maaf gara-gara menegur pengemudi Alphard yang menerobos lampu merah penyeberangan di Bundaran HI ((Ist)/kolase Instagram)

Hendra pun menyampaikan permohonan maaf, kepada satpam yang menjadi korban atas tindakan anggotanya.

 “Kami menyampaikan permohonan maaf kepada satpam di Bundaran HI atas perlakuan arogan dan tidak pantas oleh tiga anggota Polda Jabar," ujar Hendra.

Hendra menegaskan, penyelesaian secara damai antara kedua belah pihak, tidak menghentikan proses penegakan disiplin internal terhadap ketiga anggota tersebut.

"Perdamaian antar para pihak, tidak menghapuskan sanksi kode etik terhadap ketiga saudara Ipda DG, Bripka BS, dan Briptu RPW," katanya.

Fiktor Ingin Pindah ke Bandung

Fiktor Harefa, satpam proyek di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, yang menjadi korban intimidasi tiga anggota Polda Jawa Barat, berencana meninggalkan pekerjaannya di Jakarta dan pindah ke Bandung. 

Rencana kepindahan itu, disampaikan Fiktor setelah bertemu dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dalam pertemuan tersebut, Fiktor mengungkapkan keinginannya untuk melanjutkan pekerjaan sebagai satpam di Bandung.

"Fiktor Harefa, satpam yang kemarin ramai di Bundaran HI. Beliau berniat pindah kerja di Bandung dan ternyata beliau ini orang Bandung, tinggal di Pasteur, asalnya dari Nias," ujar Dedi, dalam media sosial pribadinya, Sabtu (25/7/2026).

Menurut Dedi, Fiktor sengaja datang menemuinya untuk menyampaikan keinginan berpindah tempat kerja dari Jakarta ke Bandung.

"Beliau sengaja datang bertemu saya hari ini ingin pindah kerja sebagai security, jadi rencananya Insya Allah nanti pindah kerja sebagai security di Jakarta pindah menjadi di Bandung," katanya.

Dedi mengatakan, Fiktor direncanakan akan bertugas sebagai petugas keamanan di kawasan Gedung Sate yang saat ini tengah menjalani proyek penataan lingkungan.

"Nanti saja sekitar Gedung Sate yang hari ini lagi proyek pembangunan penataan area halaman Gedung Sate," ucapnya.

(TribunNewsmaker.com/TribunJabar)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.