BANGKAPOS.COM -- Dhea Adita Aprilia, menantu Syaifudin, anggota DPRD Lampung Tengah, menjadi sorotan usai unggahan lamanya kini kembali viral.
Dalam unggahan yang beredar, Dhea memperlihatkan sejumlah barang bermerek, mulai dari tas mewah, perhiasan, hingga bukti pembayaran operasi plastik senilai puluhan juta rupiah.
Anggota DPRD Lampung Tengah, Syaifudin, membenarkan bahwa Dhea adalah menantunya. Namun, ia mengaku terkejut karena namanya ikut terseret dalam unggahan yang kembali viral itu.
Syaifudin menegaskan, putra dan menantunya telah menjalani kehidupan rumah tangga secara mandiri dan tidak lagi tinggal bersamanya. Keduanya juga telah memiliki kartu keluarga sendiri.
Menurut dia, pasangan tersebut telah memiliki usaha yang dikelola secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka.
"Dan mereka sudah punya usaha sendiri, sudah rumah tangga sendirilah. Saya juga kaget. Itu foto lama kok tiba-tiba di-upload lagi," kata Syaifudin.
Baca juga: Profil Otto Toto Sugiri, Masuk Daftar Orang Terkaya di Indonesia Versi Forbes, Sumber Uang dari Sini
Dhea Adita Aprilia adalah menantu dari anggota DPRD Lampung Tengah, Syaifudin.
Dhea diketahui menikah dengan anak laki-laki anggota DPRD Lampung Tengah tersebut.
Sosok Dhea belakangan menjadi sorotan setelah unggahan lamanya flexing kembali viral.
Dalam unggahan yang beredar di media sosial, Dhea terlihat membagikan berbagai barang bermerek.
Salah satu unggahan yang paling banyak menjadi perhatian memperlihatkan invoice tindakan operasi plastik dengan nilai sekitar Rp67,7 juta.
Selain itu, beredar pula foto yang menampilkan sejumlah kotak belanja dari berbagai merek ternama sehingga memicu beragam komentar dari warganet.
Di media sosial juga beredar narasi yang menyebut Dhea merupakan menantu Anggota DPRD Lampung Tengah periode 2024–2029 dari Partai Golkar, Syaifudin.
Dhea juga disebut aktif sebagai kader Partai Golkar di Lampung.
Perbincangan tidak hanya menyoroti gaya hidup Dhea. Dalam narasi yang ikut beredar, suami Dhea disebut memiliki dua dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lampung.
"Dikirimi warga Lampung. Doi adalah menantu dari anggota DPRD Lampung Tengah, Syaifudin, periode 2024-2029 (Partai Golkar). Dhea Adita Aprilia juga adalah anggota Partai Golkar di Lampung."
"Menurut pengirim, suaminya memiliki 2 dapur MBG di sana (belum bisa dikonfirmasi)," demikian narasi yang beredar di media sosial.
Baca juga: Sosok Andi Tenri Walinonong, Ketua DPRD Bone Dilaporkan Staf karena Dugaan Lempar Kue dan Botol
Menanggapi ramainya isu tersebut, Anggota DPRD Lampung Tengah, Syaifudin, membenarkan bahwa Dhea merupakan menantunya.
Namun, ia mengaku terkejut karena namanya ikut dikaitkan dengan unggahan yang kembali viral.
"Ya, saya agak kaget. Kenapa bisa serta-merta nama saya dibawa-bawa," kata Syaifudin, Sabtu (25/7/2026).
Menurut Syaifudin, setelah mengetahui unggahan tersebut kembali ramai diperbincangkan, ia langsung meminta penjelasan kepada menantunya.
"Sudah saya tanya ke menantu saya. Itu kan postingan-postingan tahun 2023, 2022, sudah lama itu. Kok tiba-tiba muncul seperti itu lagi," ujarnya.
Ia menjelaskan, putra dan menantunya telah menjalani kehidupan rumah tangga secara mandiri serta tidak lagi tinggal bersamanya. Keduanya juga telah memiliki kartu keluarga sendiri.
Syaifudin menambahkan, pasangan tersebut memiliki usaha sendiri untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
"Dan mereka sudah punya usaha sendiri, sudah rumah tangga sendirilah. Saya juga kaget. Itu foto lama kok tiba-tiba di-upload lagi," kata Syaifudin.
Meski demikian, unggahan yang kembali viral tersebut masih menjadi perhatian publik, terutama setelah muncul narasi yang mengaitkan keluarga Dhea dengan Program Makan Bergizi Gratis.
Sejumlah informasi yang beredar di media sosial hingga kini masih menunggu klarifikasi dan verifikasi lebih lanjut dari pihak-pihak terkait.
Meski klarifikasi telah disampaikan Syaifudin mengenai hubungan keluarganya dengan Dhea Adita Aprilia, sejumlah narasi lain yang beredar di media sosial masih belum dapat dipastikan kebenarannya.
Klaim mengenai keterkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis maupun informasi lain yang beredar hingga kini belum memperoleh konfirmasi resmi dari instansi maupun pihak yang disebutkan.
Karena itu, informasi tersebut masih memerlukan proses verifikasi lebih lanjut agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.
Kasus yang menyeret nama Syaifudin menunjukkan bagaimana unggahan lama di media sosial dapat kembali menjadi perhatian publik ketika dikaitkan dengan tokoh politik atau pejabat publik.
Dalam situasi seperti ini, hubungan keluarga kerap menjadi sorotan meskipun belum tentu berkaitan dengan aktivitas atau kewenangan pejabat yang bersangkutan.
Di sisi lain, berkembangnya narasi mengenai Program Makan Bergizi Gratis juga memperlihatkan pentingnya membedakan antara informasi yang telah terverifikasi dan klaim yang masih beredar di media sosial.
Hingga terdapat keterangan resmi dari pihak berwenang, publik perlu mencermati informasi secara kritis agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan berdasarkan narasi yang belum terbukti.
(Bangkapos.com/Kompas.com)