UAS: Jangan Ragu Masukkan Anak ke Pesantren, Bupati Sidrap Contohnya
Ari Maryadi July 26, 2026 11:22 AM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, SIDRAP — Kedatangan Ustad Abdul Somad (UAS) untuk memberikan ceramah Tablig Akbar di Masjid Raudhatul Jannah, Kelurahan Tanru Tedong, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidrap memberikan warna tersendiri bagi masyarakat.

Ceramah UAS tidak hanya mengangkat tema tentang iman dan takwa, tetapi juga membahas tentang pesantren.

Menurut UAS, Sidrap adalah salah satu daerah tumbuhnya para santri penghapal Al-Qur’an.

Terbukti karena Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif menambahkan sumber lumbung penghapal Al-Qur’an dalam programnya.

Saat ini, pondok pesantren yang tercatat di Kemenag Sidrap berjumlah 16 pesantren yakni Ponpes Al Urwatul Wusqha, Ponpes Nurul Haq, Ponpes Nurul Azhar Talawe, Ponpes DDI As-Salman Allakkuang, Ponpes Darus Sa’adah Lancirang, Ponpes Nurul Ilmi Barukku.

Selanjutnya, Ponpes Tahfidzul Qur’an Assalam, Ponpes Al Anshar Bacu Bacu’e, Ponpes Al Wahid Pape, Ponpes Nurusy Syifa Al Islami Macege, Ponpes Tahfidzul Qur’an Ibrahim.

Berikutnya, Ponpes Al Iman Uluale, Ponpes Madinah Qur’an, Ponpes Muammar Gandhi, Ponpes Salafiyah Ar Rahmah, dan Ponpes Anwarul Qur’an.

Sementara Rumah Tahfidz Al-Qur’an berjumlah 12 yakni Rumah Tahfidz Nurul Uswah, Al Hasyimiyah, Ar Rasyikun, Ar Rahman, An-Nur, Darul Itqam, Nurul Qalbi Lampu Hati, Darul Ulum, Nurul Asykar, Baitul Ilmi Assaidah, Darul Islam Nona-Nonae, dan Al Hidayah Dongi.

Ustad Abdul Somad mengatakan bahwa Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif salah satu bukti pondok pesantren bisa mencetak pemimpin yang berkualitas.

Syaharuddin merupakan lulusan Pondok Pesantren DDI Kaballangang, Pinrang dan sempat dididik langsung oleh ulama terkemuka, AGH. Abdurrahman Ambo Dalle.

“Ibu-ibu, masukkan anaknya ke pesantren. Bupati Sidrap adalah salah satu contoh bahwa pesantren bisa mencetak generasi yang berkualitas dan bisa jadi pemimpin. Jadi, jangan berpikir bahwa pesantren hanya akan menjadi ustaz karena itu sudah dibuktikan sendiri oleh Bupati Sidrap,” kata UAS di depan para jamaah, Sabtu (25/7/2026) siang.

Tak hanya itu, Ustad Abdul Somad juga sempat menyinggung keeksisan Darud Da’wah Wal Irsyad (DDI) sebagai lembaga pendidikan agama yang terus bertumbuh.

Darud Da’wah Wal Irsyad (DDI) didirikan oleh AGH. Abdurrahman Ambo Dalle pada tahun 1938 dan sudah 88 tahun pula DDI konsisten mencetak generasi-generasi yang berkualitas.

Beberapa nama alumni DDI yang telah berhasil yakni Prof. Dr. H. Lukman Arake, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone dan Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Rektor Universitas Islam Makassar.

Di bidang usaha ada nama H. Abidin Syam, Pengusaha SPBU dan Armada Kapal Ekspedisi dan Dr. H. Muhammad Sabiq, Owner Mubina Travel Haji dan Umroh, serta alumni-alumni lainnya di berbagai sektor.

“Tadi saya singgah di DDI Mangkoso untuk berziarah di makam AGH. Abdurrahman Ambo Dalle sekaligus mengucapkan selamat kepada kepemimpinan 41 tahun AG. Prof. Dr. Faried Wadjedy dalam memimpin DDI Mangkoso. Ini bukti bahwa pesantren masih menjadi ruang yang dipercaya orang tua untuk perkembangan dan ilmu anak-anak mereka,” tambahnya.

Kehadiran Ustad Abdul Somad (UAS) diharapkan mampu mendorong para orang tua untuk memilih pesantren sebagai tempat pendidikan anak-anak mereka (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.