TRIBUN-MEDAN.COM, TOBA-Rasa syukur dan apresiasi mewarnai penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) yang diperjuangkan Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara sekaligus anggota DPR RI, Drs. Rapidin Simbolon, MM, di Kabupaten Toba, Sabtu (25/7/2026).
Penyerahan bantuan pendidikan itu turut didampingi Ketua Komisi B DPRD Sumatera Utara Fraksi PDI Perjuangan, Sorta Ertaty Siahaan, Wakil Bupati Toba periode 2020–2024 Tonny Simanjuntak, serta Anggota DPRD Kabupaten Toba Fidel Hutahaean, yang bersama-sama menyaksikan beasiswa tersebut diterima para pelajar dan orang tua mereka.
Bagi banyak orang tua, bantuan itu bukan hanya meringankan biaya sekolah, tetapi juga menjadi bukti bahwa perhatian terhadap pendidikan telah menjangkau hingga daerah-daerah yang jauh dari pusat pemerintahan.
Penyaluran beasiswa berlangsung secara maraton. Setelah sehari sebelumnya menjangkau Habinsaran dan Borbor, Rapidin kembali menyerahkan bantuan kepada pelajar di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Toba, Balige.
Kegiatan kemudian berlanjut ke Aula Kantor Camat Porsea untuk melayani pelajar dari Kecamatan Porsea, Lumbanjulu, Ajibata, dan Uluan.
Para penerima datang didampingi orang tua. Satu per satu nama dipanggil untuk menerima dokumen beasiswa sebelum melanjutkan proses pencairan di bank yang telah ditunjuk.
Bantuan diberikan sebesar Rp450 ribu bagi siswa SD, Rp700 ribu untuk SMP, dan Rp1,8 juta bagi SMA sederajat sebagai bagian dari penyaluran kepada ratusan pelajar di Kabupaten Toba.
Di tengah prosesi penyerahan, ucapan terima kasih berkali-kali terdengar dari para orang tua yang merasa bantuan tersebut hadir pada saat kebutuhan pendidikan anak semakin besar.
Salah satunya disampaikan Amora Simanjuntak. Ia mengaku keluarganya merasakan langsung manfaat berbagai program yang diperjuangkan kader PDI Perjuangan, mulai dari sektor pertanian hingga pendidikan.
"Di desa kami sudah pernah menerima benih jagung dan bantuan traktor. Sekarang anak kami mendapat beasiswa. Kami sangat bersyukur karena bantuan seperti ini benar-benar membantu masyarakat," ujarnya.
Menurut Amora, perhatian terhadap masyarakat tidak hanya terlihat melalui bantuan pendidikan, tetapi juga lewat dukungan terhadap para petani yang menjadi sumber penghidupan sebagian besar warga di desanya. Karena itu, ia berharap program-program serupa dapat terus berlanjut.
Ucapan senada juga datang dari sejumlah orang tua lainnya. Mereka menilai bantuan pendidikan menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk tetap melanjutkan sekolah, sekaligus mengurangi beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan belajar.
Menanggapi apresiasi tersebut, Rapidin Simbolon mengatakan beasiswa itu merupakan hasil koordinasi lintas komisi bersama Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI.
Meski tidak bertugas di komisi yang membidangi pendidikan, ia mengaku akan terus memperjuangkan agar kuota bantuan pendidikan bagi pelajar di Sumatera Utara dapat bertambah.
"Semoga bantuan ini dapat dipergunakan sebaik-baiknya untuk mendukung pendidikan anak-anak kita. Ke depan akan terus kami upayakan penambahan kuota agar semakin banyak pelajar yang bisa menerima manfaatnya," kata Rapidin.(Jun-tribun-medan.com).