TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, membeberkan langkah konkret untuk menyukseskan gagasan Prabowonomics atau ekonomi konstitusi.
Menurut Cak Imin, terdapat sejumlah poin krusial yang harus segera ditindaklanjuti agar visi ekonomi Presiden Prabowo Subianto tersebut dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Baca juga: PKB Usung Prabowonomics di Harlah Ke-28, Cak Imin Tebar Pesona ke Prabowo Demi Tiket Cawapres 2029?
Salah satu langkah yang paling mendesak adalah melakukan peninjauan ulang serta revisi terhadap ratusan regulasi yang dianggap menghambat semangat ekonomi konstitusi.
"Prabowonomics atau ekonomi konstitusi itu tiga hal yang harus segera ditindaklanjuti. Yang pertama me-review dan merubah 108 undang-undang," ujar Cak Imin saat ditemui usai acara PKB Run 2026 di Plaza Barat GBK, Senayan, Jakarta, Minggu (26/7/2026).
Pria yang juga menjabat sebagai Menko Pemberdayaan Masyarakat ini menegaskan komitmennya untuk menjalin komunikasi dengan lintas partai politik demi memuluskan revisi regulasi tersebut.
"Saya terus akan merayu semua pihak, mengajak semua partai, mari kita sukseskan ekonomi konstitusi Prabowonomics ini dengan merubah 108 undang-undang, antara lain Omnibus Law, Undang-Undang Minerba, Undang-Undang Lingkungan Hidup," tandasnya.
Ia menilai, undang-undang tersebut beserta produk hukum lainnya perlu dievaluasi jika bertentangan dengan spirit pembangunan berbasis ekonomi konstitusi.
Selain perbaikan regulasi, Cak Imin menekankan pentingnya transisi dalam kebijakan anggaran.
Ia mendorong agar APBN di masa pemerintahan Presiden Prabowo lebih berorientasi pada kebutuhan riil di tingkat akar rumput.
"Yang kedua, mari kita dorong, ini sudah dimulai oleh Presiden, politik anggaran yang tepat sasaran," ucap Gus Imin.
Ia memberikan contoh nyata mengenai infrastruktur dasar yang sering terabaikan namun sangat berdampak bagi kehidupan masyarakat di daerah pinggiran.
"Contohnya misalnya yang mendesak ini kan jembatan untuk anak-anak sekolah di daerah-daerah terpinggirkan, masa sekolah harus basah-basah gitu. Ini misalnya, itu prioritas. Kemudian infrastruktur perbaikan sekolah prioritas, kemudian daya kemampuan kewirausahaan masyarakat ditumbuhkan," jelasnya.
Bagi Cak Imin, esensi dari Prabowonomics adalah bagaimana anggaran negara dapat dialokasikan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat luas.
"Pokoknya kebijakan APBN Pak Prabowo harus diperbesar untuk yang bisa dinikmati langsung oleh rakyat. Itu yang disebut ekonomi konstitusi," pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menegaskan komitmen partainya mendukung arah baru pembangunan ekonomi nasional melalui tema Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB, yakni “Arah Baru Amanat Ekonomi Konstitusi” atau jika disingkat satu kata menjadi “Prabowonomics”.
Hal itu disampaikan Cak Imin dalam pidatonya pada peringatan Harlah ke-28 PKB yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2026) malam.
Turut hadir pada acara tersebut Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sejumlah menteri, hingga pimpinan partai politik.
Menurut Cak Imin, pemilihan tema tersebut merupakan bentuk rasa syukur sekaligus kesungguhan PKB untuk terus bersama pemerintah dalam membangun fondasi ekonomi nasional yang mandiri dan berlandaskan kekuatan bangsa sendiri.
“Tema ulang tahun PKB yang ke-28 kali ini adalah ‘Arah Baru Amanat Ekonomi Konstitusi’. Dan tema ini dipersingkat dengan satu kata: ‘Prabowonomics’,” kata Cak Imin yang disambut tepuk tangan para kader.
Menko Pemberdayaan Masyarakat itu menjelaskan, tema tersebut mencerminkan tekad PKB untuk menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi nasional di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
“Tema ini sebagai rasa syukur dan kesungguhan PKB untuk terus bersama-sama membawa arah baru ekonomi nasional, untuk terus menjadi kekuatan bangsa yang mandiri dan kokoh berdasarkan kekuatan sendiri,” ujar Cak Imin.
Lebih lanjut, Cak Imin menyebut semangat yang ditunjukkan Presiden Prabowo Subianto menjadi inspirasi bagi PKB dalam mengawal transformasi ekonomi nasional.
“Dan kami semua PKB terinspirasi dengan semangat dan kesungguhan Bapak Presiden untuk terus mengawal arah baru ekonomi di tengah berbagai tantangan yang tidak mudah, baik geoekonomi maupun geopolitik,” tandasnya.