Perkuat Ekosistem Perfilman Kalsel, Forum Sineas Banua Deklarasikan Yayasan Ruang Sinema Banua  
Irfani Rahman July 26, 2026 01:50 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Forum Sineas Banua (FSB) menandai satu dekade perjalanan mereka di dunia perfilman Kalimantan Selatan dengan mendeklarasikan Yayasan Ruang Sinema Banua, Sabtu (25/7/2026) malam.

Acara yang berlangsung di markas FSB, Jalan Pramuka, Banjarmasin, itu menjadi langkah baru organisasi yang selama ini dikenal sebagai wadah para sineas, pembuat film, hingga pegiat seni audiovisual di Banua.

Perayaan HUT ke-10 tersebut dihadiri para pegiat perfilman, produser, kru produksi, komunitas film hingga pelajar SMK jurusan broadcasting dan perfilman. Selain ramah tamah, rangkaian acara juga diisi diskusi interaktif dengan konsep diskusi terbalik, di mana para pelajar diberi kesempatan mengajukan pertanyaan langsung kepada para sineas senior.

Ketua Forum Sineas Banua, Munir Shadikin mengatakan, pembentukan Yayasan Ruang Sinema Banua dilakukan agar perjuangan membangun ekosistem perfilman memiliki landasan administrasi dan kelembagaan yang lebih kuat.

“Selama ini Forum Sineas Banua sifatnya lebih cair sebagai komunitas. Dengan adanya yayasan, posisi kami menjadi lebih kuat secara administratif maupun kelembagaan,” ujarnya.

Baca juga: Wisata Kalsel- Ada Berbagai Jenis Trip Eksklusif River Flow Banjarmasin, Bisa Rombongan Sendiri

Baca juga: Terdampak Kemarau Ikan Air Tawar di Handilnegara Tala Mati, Aroma Tak Sedap Ganggu Kenyamanan Warga

Menurut Munir, selama 10 tahun terakhir FSB telah bermitra dengan berbagai pemerintah daerah di Kalimantan Selatan. Namun, pergantian kepemimpinan daerah kerap memengaruhi kesinambungan program yang telah dibangun.

“Kami sering menjadi mitra, penyelenggara bahkan konsultan kegiatan perfilman. Tapi ketika terjadi pergantian kepala daerah, tentu ada dinamika baru. Karena itu kami ingin memiliki pondasi organisasi yang lebih kuat,” katanya.

Munir menilai kemampuan sumber daya manusia perfilman di Kalimantan Selatan juga terus berkembang.

Menurutnya, untuk produksi film skala kecil hingga menengah, kru lokal kini sudah mampu menangani hampir seluruh proses produksi. Hanya beberapa posisi teknis tertentu dalam produksi berskala besar yang masih memerlukan tenaga dari luar daerah.

“Saya berharap 10 tahun ini menjadi pembuktian bahwa ruang seperti ini masih ada. Masih ada orang-orang yang menjaga api perfilman Banua secara swadaya. Harapannya bukan hanya 10 tahun, tapi bisa sampai 100 tahun,” ucapnya.

Sementara itu, Pembina Forum Sineas Banua, Ade Hidayat menilai perkembangan perfilman Banua dalam satu dekade terakhir cukup signifikan.

Ia menyebut jumlah produksi film terus meningkat, mulai dari film pendek, film lokal, hingga film panjang yang berhasil menembus bioskop nasional.

Meski demikian, menurutnya masih ada satu mata rantai ekosistem perfilman yang belum dimiliki Kalimantan Selatan, yakni bioskop mandiri yang dapat menjadi ruang distribusi karya sineas lokal.

“Kalau produksi kita sudah banyak. Yang belum kita punya justru ruang distribusi. Kami berharap suatu saat Kalimantan Selatan memiliki bioskop mandiri sehingga karya sineas lokal punya tempat untuk diputar dan dijual,” jelas Ade.

Selain itu, Yayasan Ruang Sinema Banua juga tengah menyiapkan program bimbingan belajar khusus perfilman yang ditargetkan mulai berjalan tahun depan.

Program tersebut nantinya akan membuka enam bidang pembelajaran, mulai dari penulisan skenario, penyutradaraan, sinematografi, tata suara, penyuntingan hingga artistik.

Ade mengatakan, program itu diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia perfilman di Kalimantan Selatan.

Di sisi lain, ia berharap pemerintah daerah mulai memberikan perhatian lebih terhadap subsektor film sebagai bagian dari ekonomi kreatif.

Menurutnya, selama ini perhatian pemerintah masih lebih banyak tertuju pada sektor kuliner, kriya, dan fesyen.

“Film juga merupakan bagian dari 17 subsektor ekonomi kreatif. Mudah-mudahan ke depan perhatian pemerintah terhadap perfilman bisa lebih besar,” pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/rifki soelaiman)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.