TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Suasana kegiatan rutin Car Free Day (CFD) di jalur dua Taman Bujang Upik, Bangko, Kabupaten Merangin, Jambi, berlangsung ramai dan meriah, Minggu (26/7/2026).
Kawasan yang bebas dari aktivitas kendaraan bermotor tersebut kini menjadi pusat kegiatan olahraga masyarakat Merangin yang digelar secara rutin setiap hari Minggu.
CFD Merangin yang berlokasi di Taman Bujang Upik, Bangko, menawarkan suasana asri dengan pepohonan yang rindang, lintasan jogging, serta udara pagi yang sejuk. Kondisi tersebut membuat kawasan itu menjadi salah satu lokasi favorit masyarakat untuk berolahraga.
Selain menjadi sarana olahraga, kawasan CFD juga menjadi penggerak perekonomian masyarakat melalui aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Melihat antusiasme masyarakat yang terus meningkat di kawasan CFD, Bupati Merangin, M Syukur, mengaku senang dengan perkembangan kegiatan tersebut.
Menurutnya, CFD berhasil memadukan pola hidup sehat dengan upaya membangkitkan perekonomian masyarakat melalui aktivitas UMKM.
"Luar biasa, semakin hari makin ramai dan UMKM-nya makin banyak. Anak-anak, bapak-bapak, ibu-ibu, bahkan yang usianya di atas 60 tahun juga banyak yang berolahraga. Ini jadi ruang bagi masyarakat untuk hidup sehat," ungkap M Syukur.
Merespons tingginya partisipasi masyarakat dan pesatnya pertumbuhan UMKM di sepanjang kawasan tersebut, M Syukur berkomitmen memperluas jalur CFD.
"Jadi nanti ke depan kita perpanjang lagi jalurnya. Supaya Car Free Day semakin panjang rute jalannya dan UMKM yang berjualan juga bisa semakin ramai," jelas M Syukur.
Tak sekadar meninjau arena olahraga, M Syukur juga menyusuri ratusan lapak pedagang yang berjejer di sepanjang kawasan CFD.
Berbagai produk ditawarkan para pedagang, mulai dari aneka kuliner hingga perlengkapan olahraga dengan harga yang terjangkau.
"Beraneka ragam di sini, bahkan baju-baju bola, pakaian olahraga, kaus kaki, hingga sepatu olahraga semua ada dijual dan murah-murah. Jadi masyarakat bisa menikmati kuliner sekaligus belanja pakaian terjangkau," jelas M Syukur.
Suasana hangat juga terlihat saat M Syukur mengunjungi salah satu stan UMKM yang menjual teh lokal. Sambil mencicipi teh, ia bersenda gurau dengan para pedagang dan warga, sekaligus mempromosikan produk UMKM lokal.
"Teh ini cocok buat laki-laki. Ya, Bu ya? Ini kata ibu-ibu pembeli ya, bukan kata saya," gurau M Syukur yang disambut gelak tawa warga di lokasi CFD.
(Tribunjambi.com/Frengky Widarta)
Baca juga: Polemik Alur Sungai Lama di Kerinci Ditimbun untuk Proyek PLTA Kerinci Merangin