Mengapa AS Tak Juga Menang di Iran? Apa yang Sebenarnya Disasar hingga Terus Gempur Teheran
Muhammad TaufiqRahman July 26, 2026 12:42 PM

Amerika Serikat mengklaim telah melancarkan operasi militer besar-besaran ke Iran dengan biaya yang mencapai sekitar 37,5 miliar dolar AS atau setara Rp672 triliun.

Serangan tersebut menewaskan ribuan orang di Iran, termasuk personel militer dan warga sipil.

Di sisi lain, militer Amerika juga kehilangan sedikitnya 18 personel selama operasi berlangsung.

Namun, di tengah besarnya biaya dan korban yang jatuh, muncul pertanyaan besar.

Mengapa perang yang begitu mahal justru dinilai belum mencapai tujuan utamanya dan justru dianggap gagal?

Tujuan utama operasi militer Amerika adalah menghancurkan program nuklir Iran.

Namun hingga kini, berbagai laporan menyebut fasilitas dan kemampuan nuklir Iran belum sepenuhnya dilumpuhkan.

Iran bahkan masih mempertahankan kemampuan pengayaan uranium dan infrastruktur nuklir yang menjadi perhatian dunia.

Artinya, target strategis yang menjadi alasan utama perang belum benar-benar tercapai.

Perang ini menjadi salah satu operasi militer paling mahal dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut data yang dibahas dalam sidang Senat Amerika Serikat, Pentagon telah menghabiskan sekitar 37,5 miliar dolar AS.

Bahkan, hanya dalam enam hari pertama operasi, pengeluaran militer mencapai 11,3 miliar dolar AS.

Besarnya anggaran tersebut memicu kritik dari sejumlah senator yang mempertanyakan efektivitas operasi militer.

Perang tidak hanya menguras anggaran, tetapi juga menelan banyak korban.

Di pihak Amerika Serikat, sedikitnya 18 tentara dilaporkan tewas.

Sementara di Iran, ribuan prajurit dan warga sipil menjadi korban akibat serangan udara.

Besarnya korban sipil juga memicu kritik dari berbagai pihak terhadap operasi militer Amerika.

Meski digempur berulang kali, Iran dinilai masih mampu mempertahankan sebagian kemampuan militernya.

Negara tersebut juga tetap menunjukkan kemampuan melancarkan operasi balasan dan mempertahankan sejumlah aset strategis.

Kondisi ini membuat banyak pengamat menilai perang belum menghasilkan keuntungan strategis yang sebanding dengan biaya yang telah dikeluarkan Amerika Serikat.

Hingga kini, perdebatan mengenai hasil perang masih berlangsung.

Pemerintahan Donald Trump menyatakan operasi militer berjalan sesuai rencana.

Dengan biaya ratusan triliun rupiah, korban jiwa yang terus bertambah, serta sasaran strategis yang belum sepenuhnya tercapai, perang Amerika Serikat di Iran pun dinilai masih jauh dari kemenangan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.