Inovasi Seni Wayang Kamasan Antar SMAN 2 Semarapura Raih Juara I Bali Swacitta Nugraha 2026
Ida Ayu Suryantini Putri July 26, 2026 02:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Upaya melestarikan seni lukis Wayang Kamasan melalui dunia pendidikan mengantarkan SMA Negeri 2 Semarapura (SMADARA) meraih prestasi di tingkat Provinsi Bali.

Sekolah tersebut dipastikan menjadi peraih Anugerah Bali Swacitta Nugraha 2026 setelah karya inovasinya ditetapkan sebagai juara I kategori Inovasi Digital oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali.

Karya yang mengantarkan SMADARA meraih penghargaan itu berjudul RESIK (Revitalisasi Seni Kamasan): Integrasi Seni Lukis Wayang Kamasan dalam Pembelajaran sebagai Upaya Pelestarian Kearifan Lokal bagi Generasi Muda.

Baca juga: Pedofil Gunakan Empat Nama Samaran Setubuhi Anak 11 Tahun di Klungkung, Terungkap dari Spion Motor

Penetapan pemenang tertuang dalam surat BRIDA Provinsi Bali tertanggal 24 Juli 2026. Penghargaan tersebut dijadwalkan diserahkan pada peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Bali, 14 Agustus 2026.

Kepala SMAN 2 Semarapura, I Wayan Janiarta, mengatakan pencapaian tersebut diraih setelah melalui proses penilaian yang berlangsung selama beberapa bulan.

Tim inovasi yang terdiri atas delapan guru mulai menyusun program sejak Februari 2026 dan mengikuti sejumlah tahapan seleksi, mulai dari penilaian proposal, presentasi, hingga visitasi oleh tim juri ke sekolah.

Menurut Janiarta, inovasi tersebut lahir dari keprihatinan terhadap semakin berkurangnya minat generasi muda mempelajari seni lukis Wayang Kamasan yang merupakan salah satu warisan budaya khas Klungkung.

Baca juga: Vaksinasi Rabies Tinggi, Mengapa Kasus Gigitan Masih Banyak? Angka di Gianyar Bertambah

"Kami ingin seni lukis Wayang Kamasan tidak hanya dikenal sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi bagian dari proses belajar siswa. Harapannya, minat generasi muda terhadap seni ini dapat terus tumbuh," ujarnya, Minggu (26/7/2026).

Melalui program RESIK, pembelajaran seni tidak hanya berfokus pada teknik melukis di atas kanvas.

Siswa juga diajak mengembangkan kreativitas dengan mengaplikasikan motif Wayang Kamasan ke berbagai media, seperti tumbler, kipas, dan produk lainnya. 

Pendekatan tersebut diharapkan mampu membuat seni tradisional lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari sekaligus membuka peluang pengembangan karya kreatif berbasis budaya lokal.

Janiarta menambahkan, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus mengembangkan inovasi pembelajaran yang berpijak pada pelestarian budaya Bali.

Selain meningkatkan kreativitas siswa, program itu juga diharapkan dapat menjadi salah satu cara menjaga keberlangsungan seni lukis Wayang Kamasan di tengah perkembangan zaman. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.