BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kawasan pesisir Pantai Menuang, Desa Baskara Bakti, Kabupaten Bangka Tengah menjadi titik penanaman mangrove serentak dalam Peringatan Hari Mangrove Sedunia di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), pada Minggu (26/7/2026).
Penanaman 3.300 bibit mangrove yang dipimpin langsung oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani tersebut turut dihadiri oleh Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman, para siswa-siswi sekolah dan mahasiswa dari sejumlah Universitas.
Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman menyampaikan, pihaknya bersyukur Pantai Menuang terpilih menjadi lokasi aksi penyelamatan lingkungan ini, karena wilayah pesisir di Kabupaten Bangka Tengah mencapai sekitar 40 persen.
Untuk itu Algafry berharap agar bibit mangrove jenis Rhizophora yang ditanam ini bisa menjadi benteng alami penahan gelombang abrasi.
"Kami mengapresiasi karena ini yang paling penting adalah bagaimana menjaga abrasi di Pantai ini bisa diantisipasi. Terutama pantai-pantai di daerah pesisir kita, jadi seperti pantak di Baskara Bakti ini bisa terlindungi," kata Algafry.
Disisi lain Algafry juga berpendapat jika usaha penghijauan kawasan pantai dengan memperbaiki ekosistem hutan mangrove dapat memberikan dampak besar dalam kapanye penanggulangan perubahan iklim.
"Yang tak kalah penting adalah fungsi mangrove dalam penyerapan karbon, yang pada era sekarang ini saat perubahan iklam luar biasa sekali manfaatnya," terangnya.
Terakhir Algafry menerangkan, lahan seluas 1 hektar dari penanaman mangrove itu dapat memberikan manfaat pada usaha pengembangan Kepiting Remangok yang gencar dilakukan jajarannya.
"Terlebih lagi ada komoditas kita yaitu Kepiting Remangok menjadi ciri yang ingin kita hidupkan lagi di Kabupaten Bangka Tengah. Jadi dengan banyaknya mangrove yang ditanam, ya otomatis akan menjadi habitat dari mereka berkembang biak," tutupnya.
(Bangkapos.com/Rifqi Nugroho)