SAKSI KATA - Bertarung dengan Gelombang Tinggi dan Angin Muson Timur, Dramatisnya Proses Evakuasi Enam Kru KM Genius
TRIBUNJATIMTIMUR, Banyuwangi
Dramatis! Enam Kru KM Genius Diselamatkan di Tengah Laut Bali, Lawan Ombak 2 Meter dan Angin Kencang
SURYA.CO.ID BANYUWANGI – Proses penyelamatan enam kru KM Genius di perairan Laut Bali berlangsung dramatis. Tim gabungan dari Kantor SAR Banyuwangi dan Satpolairud Polresta Banyuwangi harus berpacu dengan waktu sekaligus menghadapi gelombang tinggi dan angin muson timur demi menyelamatkan seluruh awak kapal.
Dalam program Saksi Kata, Kasatpolairud Polresta Banyuwangi Kompol Muchammad Wahyudi yang ikut langsung dalam operasi menceritakan, proses pencarian hingga evakuasi berlangsung sekitar tiga jam. Seluruh kru akhirnya berhasil diselamatkan setelah lebih dari dua jam bertahan di tengah lautan.
Wahyudi menjelaskan, KM Genius, kapal kayu berukuran 45 GT yang mengangkut beberapa ton sembako, berangkat dari Pelabuhan Marina Boom Banyuwangi menuju Pengerungan, Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, pada Sabtu (25/7/2026) dini hari.
Sekitar pukul 10.00 WIB, saat berada di perairan utara Kabupaten Buleleng, kapal mengalami patah as mesin. Kapal kehilangan kendali, dihantam ombak hingga perlahan tenggelam.
Dalam situasi darurat itu, salah seorang kru kapal mengirim pesan WhatsApp kepada anggota Satpolairud Banyuwangi yang sedang bertugas di Pantai Marina Boom. Pesan tersebut disertai koordinat lokasi sehingga memudahkan proses pencarian.
Baca juga: Nelayan Situbondo Hilang Saat Melaut Ditemukan Selamat di Giliyang Sumenep
"Saya pada saat itu ngepam di Pantai Marina Boom. Tahu-tahu salah seorang personel menginfokan pada saya bahwa ada kapal yang tenggelam," kata Wahyudi.
Awalnya, Wahyudi berencana menggunakan kapal cepat taktis milik Polairud. Namun kapal tersebut sedang menjalani docking, sehingga informasi segera diteruskan kepada Kantor SAR Banyuwangi.
Tim gabungan akhirnya memutuskan bergerak menggunakan RIB 02 Banyuwangi dari Dermaga Pelabuhan Tanjungwangi, Kecamatan Kalipuro. Wahyudi turut bergabung bersama lima personel SAR Banyuwangi dan seorang anggota Polairud Polda Jawa Timur.
Perjalanan menuju lokasi korban tidak berlangsung mudah. Tim harus menembus gelombang setinggi sekitar dua meter yang disertai embusan angin muson timur cukup kencang.
Demi menjaga keselamatan, kecepatan RIB dipertahankan sekitar 17 knot, meski kapal mampu melaju hingga 25 knot.
"Karena kami melihat situasi kondisi cuaca, situasi kondisi gelombang dengan angin musim timur ini, akhirnya mereka putuskan untuk menjaga kecepatan. Sehingga kami sampai di lokasi sekitar 1,5 jam," kata dia.
Baca juga: Korban Ketiga Perahu Tenggelam di Perairan Gresik Ditemukan 5,7 Mil Laut dari Lokasi Kejadian
Saat mendekati titik koordinat, tim melihat cahaya merah kecil yang sesekali muncul dan menghilang di balik gelombang. Cahaya itu ternyata menjadi penanda keberadaan para kru yang sedang menunggu pertolongan.
Setelah jarak semakin dekat, tim menemukan enam kru kapal terapung menggunakan rakit darurat yang dibuat dari belasan boks styrofoam.
Begitu tiba di lokasi, tim gabungan segera mengevakuasi seluruh korban ke atas RIB 02. Proses pemindahan berlangsung sangat cepat, hanya sekitar satu hingga dua menit untuk setiap korban.
Tim juga memastikan jumlah korban yang dievakuasi sesuai dengan manifes penumpang sehingga tidak ada kru yang dinyatakan hilang.
"Kru kapal ini ternyata cukup cakap. Pintar sekali untuk bisa mengatur bagaimana jika dalam keadaan darurat," kata Wahyudi.
Menurutnya, para kru bertindak sigap sejak kapal mulai bermasalah. Mereka segera menghubungi aparat, mengenakan rompi pelampung, lalu menyusun belasan kotak styrofoam menjadi rakit darurat sebelum kapal benar-benar tenggelam. Berkat langkah cepat tersebut, mereka mampu bertahan lebih dari dua jam hingga bantuan tiba.
Perjalanan kembali menuju Banyuwangi juga penuh tantangan. RIB yang mengangkut 13 orang, terdiri atas tujuh personel penyelamat dan enam kru KM Genius, kembali dihantam ombak besar dan angin muson timur.
"Saat berangkat kami bisa melaju sekitar 17 knot. Tapi saat kembali, perahu hanya bisa lari sekitar 10 knot hingga 13 knot karena dihajar ombak," terang dia.
Kondisi cuaca memaksa tim mengubah jalur pelayaran. Perahu tidak bisa mengambil rute lurus dan memilih menyusuri pesisir Banyuwangi hingga akhirnya seluruh kru dan tim penyelamat berhasil sandar dengan selamat di Pelabuhan Tanjungwangi.