Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menanam 21.060 bibit mangrove secara serentak di lima kawasan pesisir untuk memperingati Hari Mangrove Sedunia, memperluas ruang hijau, memulihkan ekosistem pesisir, dan memperkuat perlindungan kawasan pantai Jakarta.
Kegiatan dipimpin Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, dengan melibatkan hampir 350 peserta dari unsur pemerintah, perguruan tinggi, sekolah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat.
"Hari ini kami menargetkan penanaman 21.060 bibit mangrove dengan melibatkan hampir 350 peserta," kata Rano di Taman Wisata Alam Angke Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu.
Penanaman dilakukan di Hutan Produksi Angke Kapuk, Hutan Lindung Angke Kapuk, Pelabuhan PT KCN, Kawasan Ekomarin Muara Angke, dan Kawasan KOMAH Muara Angke.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian menyambut 500 Tahun Jakarta.
Menurut Wagub Rano, pemulihan ekosistem pesisir membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Kolaborasi diperlukan agar penanaman mangrove tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berlanjut melalui perawatan dan pengawasan kawasan.
"Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Dibutuhkan partisipasi pemerintah, perguruan tinggi, sekolah, dunia usaha, komunitas, dan seluruh masyarakat," kata dia.
Adapun Hutan Produksi Angke Kapuk dipilih sebagai pusat kegiatan karena merupakan lahan baru hasil kompensasi Izin Penggunaan Kawasan Hutan (IPPKH) dari PT Kapuk Naga Indah seluas 1,73 hektare.
Kawasan tersebut akan dikembangkan sebagai area penghijauan pesisir.
Melalui penanaman mangrove ini, Pemprov DKI Jakarta berharap fungsi ekologis kawasan pesisir semakin kuat, ruang hijau terus bertambah, dan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan semakin meningkat.
"Kami berharap kegiatan ini semakin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga dan menanam mangrove, sehingga ruang hijau pesisir Jakarta terus bertambah dan ekosistemnya semakin lestari," kata Rano.





