Analisis Direktur PGSD Soal Politik AS: Pergeseran Demokrat Bisa Berdampak pada Indo-Pasifik
Hasiolan Eko P Gultom July 26, 2026 02:36 PM

Analisis Direktur PGSD soal Politik AS: Pergeseran Demokrat Bisa Berdampak pada Indo-Pasifik


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pergeseran peta kekuatan di internal Partai Demokrat Amerika Serikat (AS) menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2028 dinilai tidak hanya menentukan calon presiden yang akan diusung, tetapi juga berpotensi mengubah arah kebijakan luar negeri Washington terhadap sejumlah isu strategis dunia.

Survei terbaru Granite State Poll yang dirilis University of New Hampshire Survey Center menunjukkan meningkatnya dukungan terhadap anggota Kongres Alexandria Ocasio-Cortez (AOC).

Baca juga: Trump Luncurkan Tarif Baru hingga 12,5 Persen, China hingga Uni Eropa Hadapi Tekanan Dagang AS

Dukungan kepada tokoh progresif tersebut naik dari 14 persen menjadi 22 persen, sementara mantan Menteri Perhubungan Pete Buttigieg tetap bertahan di kisaran 19–21 persen.

Di sisi lain, dukungan terhadap Kamala Harris dan Gavin Newsom mengalami penurunan.

Direktur Paramadina Graduate School of Diplomacy (PGSD), Ahmad Khoirul Umam, memberikan analisisnya terkait dinamika politik AS ini.

Dia menilai hasil survei tersebut mencerminkan persaingan yang semakin tajam di antara tiga arus utama Partai Demokrat.

"Kontestasi menuju Pilpres Amerika Serikat 2028 kini bukan lagi sekadar persaingan figur, melainkan pertarungan arah ideologi Partai Demokrat. Menguatnya dukungan terhadap Alexandria Ocasio-Cortez menunjukkan pengaruh kubu progresif semakin besar, sementara stabilnya elektabilitas Pete Buttigieg mencerminkan basis moderat yang tetap solid. Di sisi lain, melemahnya dukungan terhadap Kamala Harris dan Gavin Newsom mengindikasikan kelompok establishment mulai kehilangan dominasinya," ujar Ahmad Khoirul Umam dalam analisisnya, Minggu (26/7/2026).

Menurut Umam, saat ini terdapat tiga poros utama yang bersaing menentukan masa depan Partai Demokrat, yakni:

  • Kelompok Progressive Democrats yang diwakili AOC dan Bernie Sanders
  • Moderate Democrats yang diwakili Pete Buttigieg dan Josh Shapiro
  • Establishment Democrats yang selama ini diidentikkan dengan Kamala Harris dan Gavin Newsom.

Persaingan ketiga kelompok tersebut, kata dia, akan menjadi faktor penting dalam menentukan orientasi kebijakan Amerika Serikat setelah 2028.

Dampak terhadap Timur Tengah dan Tiongkok

Umam menilai perubahan keseimbangan kekuatan di internal Demokrat juga berpotensi memengaruhi pendekatan Washington terhadap konflik Timur Tengah.

"Apabila kubu progresif semakin dominan, pendekatan Amerika terhadap isu Iran-Israel berpotensi menjadi lebih kritis terhadap dukungan tanpa syarat kepada Israel, dengan penekanan yang lebih besar pada diplomasi, penghormatan hak asasi manusia, dan hukum humaniter internasional. Sementara kelompok moderat cenderung tetap mempertahankan komitmen terhadap aliansi strategis Amerika, namun berupaya mengendalikan eskalasi melalui jalur diplomasi," katanya.

Dalam hubungan dengan Tiongkok, Umam memperkirakan strategi strategic competition tetap akan menjadi konsensus lintas faksi Demokrat.

Namun, terdapat perbedaan dalam pendekatan kebijakannya.

Kelompok moderat diperkirakan akan lebih menitikberatkan pada penguatan aliansi keamanan, daya saing ekonomi, dan stabilitas kawasan.

Sebaliknya, kelompok progresif cenderung mengaitkan persaingan dengan Beijing dengan isu perubahan iklim, hak asasi manusia, perkembangan teknologi, serta keadilan ekonomi global.

Relevansi bagi Indonesia

Bagi Indonesia, dinamika politik domestik Amerika Serikat dinilai perlu mendapat perhatian karena dapat memengaruhi arah kebijakan Washington di kawasan Indo-Pasifik.

"Indonesia perlu tetap mempertahankan politik luar negeri bebas dan aktif, memperkuat hubungan dengan seluruh kekuatan besar, serta memanfaatkan setiap perubahan konfigurasi politik di Amerika Serikat untuk memperluas kerja sama ekonomi, investasi, teknologi, dan keamanan tanpa terjebak dalam rivalitas geopolitik," ujar Umam.

Ia menilai kemampuan Indonesia menjaga keseimbangan hubungan dengan berbagai mitra strategis akan menjadi faktor penting dalam menghadapi perubahan lanskap geopolitik global yang dipengaruhi dinamika politik di Amerika Serikat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.