Sama-sama Istri Raja, Apa Bedanya Permaisuri dan Selir?
Muhammad Fatoni July 26, 2026 03:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM - Saat membaca kisah kerajaan Nusantara, seperti Majapahit, Anda mungkin pernah menemukan seorang raja yang memiliki lebih dari satu istri.

Biasanya, istri utama disebut sebagai permaisuri, sedangkan istri lainnya dikenal sebagai selir.

Sekilas keduanya sama-sama merupakan istri raja. Namun, jika ditelusuri lebih jauh, permaisuri dan selir memiliki kedudukan, hak, hingga peran yang sangat berbeda dalam sistem kerajaan.

Lantas, apa sebenarnya perbedaan permaisuri dan selir? Berikut penjelasannya.

Apa Itu Permaisuri?

Permaisuri adalah istri utama sekaligus pendamping resmi raja.

Dalam banyak kerajaan, permaisuri menempati posisi tertinggi di antara seluruh istri raja dan memiliki kedudukan yang diakui secara politik maupun hukum.

Karena perannya sangat penting, permaisuri umumnya berasal dari keluarga bangsawan atau putri kerajaan lain. 

Pernikahan tersebut tidak hanya bertujuan membentuk keluarga, tetapi juga memperkuat hubungan politik antar kerajaan.

Selain mendampingi raja dalam berbagai upacara kenegaraan, permaisuri biasanya memimpin lingkungan istana, termasuk mengatur kehidupan di keputren atau tempat tinggal para perempuan kerajaan.

Apa Itu Selir?

Selir merupakan istri tambahan yang kedudukannya berada di bawah permaisuri.

Dalam sejarah kerajaan, selir dapat berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari keluarga bangsawan daerah, putri adipati, hingga masyarakat biasa yang kemudian diangkat menjadi bagian dari keluarga kerajaan.

Meski tetap menjadi istri raja, selir tidak memiliki kedudukan politik setinggi permaisuri. 

Perannya lebih banyak berkaitan dengan kehidupan pribadi raja dibanding urusan pemerintahan.

Baca juga: Sejumlah Langkah yang Diterapkan Pemda DIY Jelang Penerapan Malioboro Full Pedestrian

Apa Perbedaan Permaisuri dan Selir?

Perbedaan paling mendasar terletak pada status, kedudukan, serta hak keturunan mereka.

Permaisuri merupakan istri utama yang memiliki posisi tertinggi di dalam istana. Sementara itu, selir adalah istri tambahan yang berada di bawah hierarki permaisuri.

Dari sisi latar belakang, permaisuri umumnya berasal dari keluarga kerajaan atau bangsawan besar.

Sebaliknya, selir dapat berasal dari kalangan bangsawan daerah maupun masyarakat biasa, tergantung kebijakan masing-masing kerajaan.

Perbedaan lainnya berkaitan dengan hak pewarisan takhta. Dalam banyak kerajaan, anak yang lahir dari permaisuri memiliki hak utama untuk menjadi putra mahkota dan penerus kerajaan.

Sementara itu, anak yang lahir dari selir umumnya tidak menjadi pewaris utama, kecuali dalam kondisi tertentu, misalnya ketika permaisuri tidak memiliki keturunan yang dapat mewarisi takhta.

Apakah Hak dan Kewajiban Permaisuri dan Selir Sama?

Tidak, Permaisuri memiliki hak untuk mendampingi raja dalam berbagai acara resmi kerajaan serta memegang peranan penting dalam mengelola kehidupan di lingkungan istana.

Ia juga memperoleh penghormatan tertinggi dari pejabat kerajaan maupun masyarakat karena dianggap sebagai pasangan utama raja.

Sementara itu, selir tetap memperoleh perlindungan dan fasilitas dari kerajaan, tetapi kedudukannya berada di bawah permaisuri.

Dalam banyak sistem kerajaan, selir juga mengikuti aturan yang berlaku di lingkungan keputren yang dipimpin oleh permaisuri.

Mengapa Raja Memiliki Selir Jika Sudah Ada Permaisuri?

Dalam pandangan masyarakat modern, keberadaan selir sering dikaitkan dengan kehidupan pribadi raja.

Namun dalam sejarah, alasan tersebut tidak selalu menjadi faktor utama.

Pada masa kerajaan, pernikahan seringkali menjadi bagian dari strategi politik.

Menikahi putri dari kerajaan atau wilayah bawahan dapat mempererat hubungan diplomatik sekaligus menjaga loyalitas daerah tersebut kepada kerajaan pusat.

Selain itu, memiliki banyak keturunan juga dianggap penting untuk menjaga keberlangsungan dinasti.

Pada masa lalu, angka kematian akibat penyakit maupun peperangan masih cukup tinggi. Karena itu, memiliki lebih banyak keturunan dipandang sebagai cara untuk memastikan kerajaan tetap memiliki penerus.

Di beberapa kerajaan, banyaknya selir juga menjadi simbol kemakmuran dan besarnya kekuasaan seorang raja.

Sebab, hanya kerajaan dengan sumber daya yang besar yang mampu memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarga kerajaan beserta para pengikutnya.

Apakah Seorang Raja Wajib Memiliki Selir?

Tidak, Tidak ada aturan yang mengharuskan setiap raja memiliki selir.

Keputusan tersebut bergantung pada kebijakan masing-masing kerajaan, tradisi yang berlaku, hingga pilihan pribadi sang raja.

Dalam sejarah, memang banyak raja yang memiliki beberapa selir karena alasan politik maupun keberlangsungan dinasti.

Namun, ada pula raja yang memilih hanya memiliki satu istri.

Keputusan tersebut biasanya dipengaruhi oleh ajaran agama, nilai moral, komitmen pribadi, maupun kesepakatan dengan keluarga permaisuri.

(MG ABIL PRAMUDYA) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.