Laporan Reporter Tribunbengkulu.com, Yayan Hartono
TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA - Akun Facebook pribadi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Seluma, Deddy Ramdhani, diduga diretas oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Peretasan akun media sosial milik pejabat Pemkab Seluma ini diketahui terjadi pada Sabtu malam (25/7/2026).
Saat ini, akun Facebook Sekda Seluma masih dalam proses pemulihan agar dapat kembali digunakan secara normal.
Informasi terkait peretasan akun tersebut disampaikan sebagai bentuk imbauan kepada masyarakat, khususnya warga Kabupaten Seluma, relasi, dan kolega, agar tidak percaya apabila menerima pesan atau komunikasi dari akun tersebut.
Imbauan kepada Masyarakat
Sekda Seluma, Deddy Ramdhani, mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dan tidak melayani apabila ada pihak yang menghubungi melalui akun Facebook miliknya dengan tujuan tertentu.
"Untuk sementara akun Facebook saya diretas. Saat ini masih dalam proses pemulihan," ujar Deddy Ramdhani saat dikonfirmasi, Minggu (26/7/2026).
Sekda meminta masyarakat agar tidak memberikan data pribadi, melakukan transaksi, maupun mengikuti permintaan apa pun apabila mendapatkan pesan yang mengatasnamakan dirinya melalui akun tersebut.
"Jika ada yang menghubungi, mohon tidak diindahkan dan tidak dilayani. Dikhawatirkan akun tersebut digunakan untuk hal-hal yang merugikan," pesan Sekda.
Proses Pemulihan Akun
Deddy menjelaskan, upaya pemulihan akun sedang dilakukan agar akses terhadap akun Facebook tersebut dapat kembali dikuasai pemiliknya.
Peretasan akun media sosial menjadi salah satu modus yang kerap dimanfaatkan oknum tertentu untuk melakukan penipuan, termasuk dengan mengatasnamakan pejabat pemerintah.
Biasanya, pelaku memanfaatkan akun yang sudah dikenal masyarakat untuk membangun kepercayaan sebelum meminta sesuatu kepada korban.
"Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap pesan mencurigakan, terutama yang meminta uang, bantuan, kode tertentu, maupun data pribadi," kata Deddy Ramdhani.
Sekda mengingatkan agar masyarakat melakukan konfirmasi melalui saluran resmi apabila menerima informasi atau permintaan yang mengatasnamakan pejabat daerah.
"Proses pemulihan akun masih terus dilakukan. Jangan diindahkan jika ada yang menghubungi, jangan sampai jadi korban penipuan," pungkas Deddy Ramdhani.