Model tangguh untuk medan berat seperti Jeep Wrangler memang dirancang untuk menahan perlakuan keras, tetapi sejumlah model 2026 Wrangler dan Gladiator memiliki titik lemah penting, menurut dokumen penarikan kembali yang diajukan ke National Highway Traffic Safety Administration.
Sekitar 641 unit Jeep Wrangler dan Gladiator ditarik kembali pada 16 Juli 2026 karena roda baja yang rentan retak dan terlepas. Dokumen penarikan menjelaskan bahwa kendaraan 4x4 tersebut dipasangi roda baja yang diproduksi dengan kondisi dinding tipis, dan seluruh 641 unit yang termasuk dalam penarikan ini menggunakan roda bermasalah tersebut.
“Beberapa kendaraan Jeep Wrangler model tahun 2026 mungkin diproduksi dengan roda baja yang dibuat dalam kondisi dinding tipis. Roda baja dengan kondisi dinding tipis dapat berkontribusi pada potensi retak dan terlepasnya roda sehingga berpotensi mengganggu kendali kendaraan,” bunyi pemberitahuan penarikan itu. “Kendali kendaraan yang terganggu dapat menyebabkan kecelakaan kendaraan tanpa peringatan sebelumnya.”
Perusahaan induk Jeep, Stellantis, pertama kali mengetahui roda yang melemah itu pada Desember 2025 dan segera membuka penyelidikan internal tak lama setelahnya. Organisasi Technical Safety and Regulatory Compliance milik Stellantis bertemu antara Desember 2025 dan Juni 2026 untuk menentukan cakupan masalah tersebut. Stellantis tidak mengetahui adanya klaim garansi, kecelakaan, atau cedera yang terkait dengan roda bermasalah itu.
Populasi penarikan ini terbatas pada model yang diproduksi dalam rentang sepuluh hari pada November 2025. Pikap Gladiator mencakup 35 dari 641 unit yang ditarik, sementara Wrangler mencakup 606 unit. Dokumen penarikan tidak merinci apakah tingkat trim tertentu yang paling terdampak oleh penarikan ini.
Perbaikannya tergolong sederhana. Jeep akan memeriksa dan, jika diperlukan, mengganti roda baja dan batang katup yang bermasalah. Hingga saat itu, sebaiknya seluruh 641 pemilik menjauhi jalur off-road.