Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Tari Rahmaniar
TRIBUNFLORES.COM-LABUAN BAJO- Akses masyarakat terhadap obat-obatan kini semakin mudah dengan diresmikannya Apotek K-24 di Jalan Van Bekkum, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Sabtu (25/7/2026).
Kehadiran apotek yang beroperasi 24 jam ini diharapkan menjadi solusi bagi warga yang selama ini kesulitan mendapatkan obat pada malam hari maupun saat kondisi darurat.
Pendiri sekaligus pemilik jaringan Apotek K-24, dr. Gideon Hartono, mengatakan gagasan mendirikan Apotek K-24 lahir dari pengalamannya sebagai dokter puskesmas di Kota Yogyakarta yang kerap menyaksikan pasien kesulitan memperoleh obat di luar jam operasional apotek.
"Dokter bisa menulis resep dan mendiagnosis penyakit, tetapi jika obatnya tidak tersedia, maka pasien tetap menghadapi masalah. Dari situlah saya terpanggil menghadirkan apotek yang menyediakan obat lengkap dan buka 24 jam," ujarnya, Sabtu (25/7/2026).
Ia menjelaskan, sejak berdiri pada 2002, jaringan Apotek K-24 telah berkembang menjadi lebih dari 880 gerai yang tersebar di 172 kabupaten/kota di 29 provinsi. Ke depan, pihaknya menargetkan memiliki 2.000 gerai pada 2032 agar layanan kesehatan dapat menjangkau seluruh pelosok Indonesia.
Baca juga: REAKING NEWS : Kongres PMKRI Ruteng, Ketua PMKRI Jakarta Pusat Dikeroyok, Alami Luka Lima Jahitan
Menurut Gideon, kehadiran Apotek K-24 di Manggarai Barat merupakan bagian dari komitmen memperluas akses layanan kesehatan di Nusa Tenggara Timur.
Ia berharap jaringan tersebut nantinya dapat menjangkau pulau-pulau lain di wilayah NTT, termasuk Adonara, Solor, Alor, hingga daerah-daerah terpencil yang belum memiliki akses layanan farmasi memadai.
"Kami ingin melayani bukan hanya masyarakat Labuan Bajo, tetapi juga warga di pulau-pulau sekitarnya. Masih banyak wilayah yang membutuhkan akses obat yang mudah dan cepat," katanya.
Tak hanya menghadirkan layanan farmasi, Apotek K-24 juga menggelar Festival Sehat Seribu Anak bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat. Program tersebut berfokus pada pemeriksaan tumbuh kembang anak serta skrining gizi untuk mendeteksi stunting sejak dini.
Anak-anak yang ditemukan mengalami gizi kurang akan mendapatkan program pemberian makanan tambahan selama tiga bulan. Program serupa sebelumnya telah diterapkan di sejumlah daerah dan dinilai mampu meningkatkan pertumbuhan anak secara signifikan.
Sementara itu, warga Labuan Bajo, Yohanes, menyambut baik kehadiran Apotek K-24. Menurutnya, selama ini sebagian besar apotek di Manggarai Barat hanya beroperasi hingga pukul 20.00–21.00 WITA sehingga masyarakat kerap kesulitan mencari obat ketika anggota keluarga sakit pada tengah malam.
"Kalau anak sakit tengah malam, orang tua sering bingung harus cari obat ke mana. Kehadiran Apotek K-24 tentu sangat membantu," ujarnya.
Ia juga menilai kehadiran layanan kesehatan yang beroperasi 24 jam menjadi penting. (Iar)