Laporan Reporter Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Puluhan warga dari 3 RW Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, mendatangi perusahaan pengolahan batu kapur yang menyebabkan polusi debu ke permukiman mereka. Aksi itu dilakukan karena pihak perusahaan dinilai mengabaikan protes dan aduan yang mereka sampaikan selama ini.
"Aksi kemarin itu, bukan masalah KDM (udah sidak), kita sudah lama menyampaikan aspirasi, tapi tidak kunjung ada solusi," kata Ratu, warga RW 11, Desa Ciburuy saat dikonfirmasi, Minggu (26/7/2026).
Ratu mengungkapkan, polusi debu yang masuk ke permukiman mereka dinilai telah melewati ambang batas. Sakit berupa batuk hingga gatal-gatal menjadi salah satu dampak yang mereka alami. Selain polusi debu, mereka juga mengeluhkan kebisingan yang ditimbulkan dari operasional perusahaan.
"Intinya kami ingin ada solusi, debu, getaran, sama kebisingan," kata Ratu.
Baca juga: Keluh Kesah Emak-emak Terdampak Polusi Debu Kapur Bandung Barat, Anak Batuk-batuk
Nengsi (58), warga Kampung Pojok Angkasa RW 11, Desa Ciburuy, selain soal dampak operasional perusahaan, warga juga memprotes pembangunan tembok baru di area permukiman warga.
Nengsi mengungkapkan hal serupa, dampak utama dari polusi debu adalah adanya keluhan sesak napas hingga gatal-gatal.
Dalam aksi tersebut, lanjut Nengsi, perwakilan perusahaan yang menemui warga kembali berjanji untuk membicarakan aspirasi warga di tingkat manajemen hingga menjadwalkan langsung lanjutan dengan warga terdampak.
“Yang paling terasa itu debu. Kami sering sesak napas. Anak-anak juga banyak yang batuk dan flu,” tandasnya.
Baca juga: Murid SD Sunan Giri Bandung Barat Beraktivitas di Tengah Polusi Debu Batu Kapur