TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Sebuah pabrik produksi mebel di Desa Slagi, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Jepara terbakar, Minggu (26/7/2026).
Pabrik seluas 25 x 15 meter persegi itu hangus terbakar dengan kerugian mencapai Rp 1,5 miliar.
Baca juga: Kondom dan Bungkus Rokok Ditemukan Dekat Jasad Gadis SMP Tewas di Belakang Pabrik Mebel Sukoharjo
Kepala Satpol PP dan Damkar Jepara, Edy Marwoto mengatakan, bangunan pabrik tersebut sehari-harinya aktif digunakan untuk produksi produk-produk mebel.
Kata dia, hampir seluruh luas bangunan hangus terbakar.
Diduga api pertama kali muncul lantaran korsleting listrik di salah satu sudut bangunan.
"Dugaan awal korsleting listik timbul percikan api dan menyambar bangunan," terangnya.
Edy menyebut, luasnya area bangunan terbakar membuat petugas kesulitan dalam memadamkan api. Apalagi material bangunan yang terbakar mayoritas terbuat dari kayu dengan isi di dalamnya juga produk mebeler dari kayu.
Sehingga api dengan cepat membakar bangunan beserta isinya dengan cepat.
Kata dia, upaya pemadaman membutuhkan waktu kurang lebih 3 jam dengan menerjunkan tiga mobil pemadam kebakaran.
"Kebakaran terjadi dampak konsleting listrik di area tempat produksi mebel. Tidak ada korban jiwa atau luka-luka," ujar dia.
Warga sekitar, Sardi menuturkan, api pertama kali dilihat warga dari salah satu sudut bangunan bagian depan.
Saat itu, dia melihat kobaran api yang sudah membesar. Kemudian api dengan cepat menjalar ke seluruh bangunan hingga menghanguskan bangunan pabrik.
Baca juga: Detik-detik Mobil Toyota Kijang Terbakar Usai Isi BBM, Penumpang Panik Berhamburan
Sardi tidak mengetahui pasti apa penyebab dari kebakaran pabrik mebel kali ini. Namun, dia mendengar bahwa beberapa warga sekitar membicarakan dugaan korsleting listrik sebagai pemicu kebakaran.
"Awal api dari mana sumbernya, saya tidak melihat langsung. Yang saya lihat api sudah besar ke atas, di depan dan langsung membakar semuanya," kata dia.
Sejumlah warga sekitar sudah berupaya melakukan pemadaman api dengan menggunakan alat bantu seadanya. Namun tak cukup membantu lantaran api berkobar dengan besar membakar bangunan pabrik. (Sam)