TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Warga Lingkungan Tampalang Bagu, Kelurahan Sinyonyoi, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat terpaksa melaksanakan perbaikan secara swadaya, terhadap jembatan kayu yang menjadi akses utama masyarakat, Minggu (26/7/2026).
Jembatan yang membentang di atas sungai dengan lebar sekitar 20 meter itu, sebelumnya mengalami kerusakan parah hingga tidak dapat dilalui bahkan untuk berjalan kaki.
Baca juga: Taman Baca Mamuju Lumutan Hingga Plang Nama Rusak Kepala Dispusip: Saya Baru Tahu Ada Taman Baca
Baca juga: Polisi Gigit Jari Penggerebekan Sabung Ayam di Tapalang Mamuju Diduga Bocor
Kondisinya, kayu yang menjadi material utama jembatan telah rapuh dan hancur karena telah digunakan selama bertahun-tahun.
"Ini sudah berlangsung selama tujuh tahun," kata Marsono warga setempat saat diwawancarai wartawan tribun-sulbar.com pada Minggu (26/7/2026).
Menurutnya, jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses penghubung warga menuju wilayah Kaluku Barat.
Jembatan itu juga menjadi akses penting bagi warga dari tiga RT yang setiap hari harus melintas menuju Sekolah Dasar (SD) di lingkunagan Tampalabg Bagu.
Dengan Kondisi jembatan itu warga terpaksa menggendong anak-anak sekolah agar tidak basah menyeberangi sungai.
Warga Lingkungan Tampalang Bagu kemudian berinisiatif memperbaiki jembatan secara swadaya.
Mereka mengumpulkan dana secara patungan.
Besaran sumbangan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing warga, mulai dari Rp10.000 hingga Rp50.000.
Dari hasil patungan sekitar 50 warga, terkumpul dana kurang lebih Rp3 juta.
Namun, dana tersebut baru cukup untuk biaya penebabgan pohon, Sementara material utama berupa batang kelapa yang digunakan untuk memperbaiki jembatan masih belum dibayar.
"Batang kelapanya saja masih belum dibayar," katanya.
Perbaikan sementara dilakukan menggunakan kayu dan batang kelapa yang diperoleh warga.
Perbaikan tersebut setidaknya membuat jembatan kembali dapat dilalui kendaraan roda dua.
Meski demikian, kondisi jembatan tersebut masih jauh dari kata layak dan aman untuk digunakan dalam jangka panjang.
Warga berharap pemerintah bisa mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki jembatan itu agar masyarakat terutama anak sekolah merasa aman ketika melewatinya. (*)