Situasi Usai Bentrok di Menteng: Brimob Masih Berjaga, Gerobak Nasi Uduk Dipasang Garis Polisi
Wahyu Aji July 26, 2026 05:35 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Situasi di kawasan Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, terpantau mulai kondusif Minggu (26/7/2026) sekira pukul 15.00 WIB.

Meski kondisi telah tenang, sejumlah personel Brimob masih disiagakan di sekitar lokasi kejadian untuk mengantisipasi potensi keributan susulan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sisa-sisa bentrokan berdarah yang terjadi pagi tadi masih terlihat jelas.

PEMICU BENTROKAN - Gerobak nasi uduk di Jalan Matraman Dalam, Menteng, Jakarta Pusat, tampak dipasangi garis polisi setelah mengalami kerusakan, Minggu (26/7/2026). Perusakan gerobak ini diduga kuat menjadi pemicu awal terjadinya bentrokan kelompok warga.
PEMICU BENTROKAN - Gerobak nasi uduk di Jalan Matraman Dalam, Menteng, Jakarta Pusat, tampak dipasangi garis polisi setelah mengalami kerusakan, Minggu (26/7/2026). Perusakan gerobak ini diduga kuat menjadi pemicu awal terjadinya bentrokan kelompok warga. (Tribunnews.com)

Di titik utama konflik, tampak puing-puing bangunan dan pecahan kaca berserakan di atas jalanan yang telah dipasang garis polisi (police line).

Terlihat ada beberapa unit sepeda motor yang hangus terbakar juga masih tergeletak di tengah area tersebut.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, mengonfirmasi temuan di lokasi saat proses olah TKP.

“Di TKP kita menemukan ada puing-puing, puing-puing dari bangunan yang terbakar, juga ada kendaraan yang terbakar, juga jejak darah dan batu yang berlumuran darah,” jelas Roby.

Selain area permukiman yang menjadi titik bentrok, garis polisi juga terpasang di TKP awal pemicu keributan, yakni di Jalan Matraman Dalam.

Sebuah gerobak kayu penjual sarapan bertuliskan “Nasi Uduk Teteh Kuningan” tampak dipasangi garis polisi secara menyilang.

Gerobak yang menjadi saksi bisu awal mula perselisihan ini diamankan oleh pihak kepolisian guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Hingga sore ini, personel Brimob bersenjata lengkap tetap berjaga secara statis di gang-gang dan ruas Jalan Tambak.

Kehadiran aparat ini bertujuan untuk memberikan rasa aman bagi warga setempat yang sempat dicekam ketakutan akibat bentrokan antar-dua kelompok tersebut.

Satu Orang Meninggal

Insiden bentrokan yang diduga melibatkan dua kelompok warga terjadi di kawasan Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026) pagi.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 10.45 WIB itu mengakibatkan satu orang meninggal dunia.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, pihaknya menerima laporan adanya keributan sekitar pukul 10.00 WIB.

Petugas dari Polres Metro Jakarta Pusat bersama Polsek Menteng kemudian langsung mendatangi lokasi untuk membubarkan massa.

“Petugas berupaya untuk melerai dan menyudahi namun karena banyaknya yang terlibat, akhirnya ada korban dan ada yang kami amankan,” kata Roby.

Ia menjelaskan, dua korban dievakuasi dari lokasi kejadian ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Setelah sempat mendapat perawatan, satu di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

“Dua orang yang dibawa dari TKP, saat dibawa kondisinya kritis namun ketika di rumah sakit, satu orang dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya.

Selain korban, polisi juga mengamankan delapan orang yang diduga terlibat dalam bentrokan tersebut.

“Dari kelompok yang berada di lokasi ada enam orang, kemudian dari kelompok luar ada dua orang yang saat ini kami amankan dan dimintai keterangan di Polsek Menteng,” ucapnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, bentrokan diduga dipicu keributan di sebuah warung penjual sarapan.

Roby menuturkan, seorang pria dari kelompok yang kemudian menjadi sasaran penyerangan datang untuk membeli sarapan.

Diduga karena merasa tidak dilayani dengan baik, pria tersebut menggeber sepeda motornya sebelum meninggalkan lokasi.

Tak lama kemudian, pria tersebut kembali bersama sejumlah rekannya dan diduga merusak gerobak penjual nasi uduk.

“Kelompok yang diserang ini datang mau beli sarapan. Kemudian mungkin tidak dilayani dengan baik atau tidak berkenan sehingga menggeber kendaraannya. Setelah itu dia pergi, lalu datang lagi membawa teman-temannya merusak gerobak penjual nasi uduk,” ujar Roby.

Aksi perusakan tersebut kemudian memicu kemarahan warga sekitar yang mendatangi lokasi tempat kelompok tersebut tinggal hingga akhirnya terjadi bentrokan.

Polisi masih menyelidiki status bangunan yang ditempati kelompok tersebut.

“Yang kami tahu mereka tinggal di sana. Untuk legalitas ataupun status tempat yang ditempati masih dalam proses pendalaman,” katanya.

Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan puing-puing bangunan yang terbakar, kendaraan yang hangus, serta batu yang berlumuran darah.

“Di TKP kami menemukan puing-puing bangunan yang terbakar, kendaraan yang terbakar, jejak darah, dan batu yang berlumuran darah,” kata Roby.

Meski demikian, hingga kini polisi belum menemukan adanya senjata tajam yang digunakan dalam bentrokan tersebut.

“Untuk saat ini kami belum menemukan senjata tajam yang digunakan ataupun yang ditemukan di lokasi,” ujarnya.

Baca juga: Bentrokan Warga Pecah di Jalan Tambak Jakarta, Polisi Ungkap Dugaan Pemicunya

Sementara itu, identitas maupun latar belakang kelompok yang terlibat masih didalami penyidik.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.