Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Kebakaran hebat melanda kawasan Jalan Ahmad Yani, RT 001/RW 001, Kelurahan Batu Meja, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Sabtu (25/7/2026) malam.
Insiden tersebut menghanguskan empat kios atau pondok dagangan serta satu unit rumah warga.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, api yang dengan cepat membesar menyebabkan bangunan beserta barang dagangan dan perabotan milik warga ludes terbakar.
Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ipda Janet Luhukay, menjelaskan kebakaran terjadi sekitar pukul 23.10 WIT.
Baca juga: HAN 2026, Pemkot: Anak di Ambon Harus Mendapatkan Haknya Secara Utuh
Baca juga: Lantik YOGIP 35, Bodewin Harap Berdampak Positif ke Olahraga Otomotif
Kronologi kebakaran di Batu Meja Ambon
Berdasarkan keterangan saksi Martinus Manu (56), saat kejadian dirinya berada di depan sebuah diler Honda yang berjarak sekitar tujuh meter dari lokasi kebakaran.
Tiba-tiba ia mendengar teriakan warga yang berteriak "kebakaran".
Martinus kemudian bergegas menuju sumber suara dan melihat kepulan asap tebal disertai kobaran api yang berasal dari dalam kios milik Sandra Huwae.
Melihat kejadian itu, warga sekitar langsung berupaya memadamkan api secara manual menggunakan ember berisi air.
Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena kios dalam keadaan terkunci sehingga api terus membesar.
Kobaran api kemudian merambat ke deretan kios lainnya hingga akhirnya menjalar ke bagian belakang rumah milik Jhon Tamala.
Martinus juga mengungkapkan bahwa kios milik Sandra Huwae sudah tidak beroperasi selama sekitar satu bulan terakhir karena suaminya, Sony, menderita stroke.
Selama kios tidak digunakan, kunci bangunan sempat dititipkan kepada istri Martinus, Ida Manu, yang memiliki kios di sebelahnya.
Namun, sekitar dua hari sebelum kebakaran, Sandra mengambil kembali kunci tersebut.
Dugaan penyebab kebakaran
Dari informasi yang dihimpun polisi, Ida Manu menduga kebakaran dipicu arus pendek listrik di dalam kios Sandra Huwae.
Menurutnya, sejumlah pedagang kuliner di sekitar lokasi kerap menggunakan aliran listrik dari kios tersebut melalui kabel penghantar berukuran kecil, sementara lampu yang digunakan memiliki daya hingga 50 watt.
"Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, dugaan sementara kebakaran berasal dari arus pendek listrik di dalam kios milik Sandra Huwae," ujarnya, Minggu (26/7/2026).
Dugaan sementara polisi juga mengarah pada korsleting listrik yang terjadi di dalam kios tersebut.
"Meski demikian, penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut," ujar Janet.
Warga selamatkan barang saat api membesar
Sementara itu, saksi lainnya, Jhon Tamala (65), mengaku sedang tidur ketika mendengar teriakan kebakaran.
Ia langsung keluar rumah dan melihat api sudah membesar disertai asap pekat dari kios milik Sandra Huwae.
Karena api mulai mendekati rumahnya, Jhon bersama keluarganya berupaya menyelamatkan barang-barang yang masih sempat dievakuasi sebelum bangunan terdampak kobaran api.
Empat mobil damkar dikerahkan
Sekitar pukul 23.17 WIT, empat unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Ambon tiba di lokasi bersama personel Polsek Sirimau.
Petugas gabungan kemudian berjibaku memadamkan api hingga sekitar pukul 01.09 WIT.
Api benar-benar dipastikan padam pada pukul 02.39 WIT dan situasi dinyatakan aman.
Polisi pasang garis polisi
Usai kebakaran, personel kepolisian bersama petugas pemadam kebakaran mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi (police line).
Polisi juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang dipicu instalasi listrik.
"Personel Polsek Sirimau bersama petugas pemadam kebakaran langsung mendatangi lokasi, membantu proses pemadaman, mengamankan tempat kejadian perkara dengan memasang garis polisi, serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran," jelasnya.
Saat ini, keluarga Jhon Tamala untuk sementara mengungsi di rumah tetangga terdekat, sedangkan korban lainnya kembali ke rumah masing-masing.
Mereka berharap Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Sosial dapat mengambil langkah penanganan bagi warga yang terdampak musibah tersebut.(*)