Antusiasme Membludak, Lomba Perahu Layar Mini Lovfest di Buleleng Bali Diikuti 1.230 Peserta
Putu Kartika Viktriani July 26, 2026 08:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Antusiasme masyarakat mengikuti Bupati Buleleng Mini Sailboat Tournament II dalam rangkaian Lovina Festival (Lovfest) 2026 melonjak tajam.

Sebanyak 1.230 peserta ambil bagian dalam lomba ini. 

Jumlah tersebut hampir dua kali lipat dibanding penyelenggaraan lomba serupa saat peringatan HUT Kota Singaraja.

Lomba perahu layar mini digelar di Pantai Tasik Madu (Spice Beach), Desa Kaliasem.

Lomba berlangsung selama dua hari yakni Sabtu 25 Juli 2026 untuk babak penyisihan dan Minggu 26 Juli 2026 untuk babak final. 

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan peningkatan jumlah peserta menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap perlombaan perahu layar mini.

Menurutnya, peserta tidak hanya berasal dari Buleleng, tetapi juga datang dari sejumlah daerah di luar kabupaten hingga luar Pulau Bali.

 

"Pada saat lomba perahu mini di HUT Kota Singaraja pesertanya sekitar 600, sekarang menjadi 1.230 peserta. Antusiasmenya luar biasa. Banyak juga peserta dari luar Buleleng, seperti Jembrana dan Banyuwangi," ujar Sutjidra, Minggu 26 Juli 2026. 

Baca juga: Unsur Budaya Bawa Icon Bali Jadi Wakil Tunggal Indonesia di Panggung Global FIABCI World Prix

Melihat tingginya animo masyarakat, Pemkab Buleleng berencana menjadikan Bupati Buleleng Mini Sailboat Tournament sebagai agenda rutin dalam setiap penyelenggaraan Lovina Festival.

"Ke depan ini menjadi atraksi rutin di event Lovina Festival. Tahun depan akan kembali digelar sebagai Piala Bupati Buleleng," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, mengatakan turnamen yang berlangsung pada 25-26 Juli 2026 tersebut menjadi salah satu rangkaian Lovina Festival 2026.

Kegiatan ini digelar untuk membangkitkan kembali semangat kebaharian masyarakat Bali Utara sekaligus melestarikan tradisi perahu layar mini yang telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat pesisir.

Untuk memacu semangat kompetisi, panitia menyediakan total hadiah sebesar Rp35 juta serta piala bergilir Bupati Buleleng.

Selain diikuti peserta dari berbagai wilayah di Bali, turnamen ini juga menarik peserta dari Banyuwangi.

Salah seorang peserta, Mujaini, mengaku datang bersama rombongan dari Desa Temukus dengan membawa 56 armada perahu layar mini.

Ia mengatakan persiapan telah dilakukan sekitar tiga bulan sebelum perlombaan.

Menurut Mujaini, pembuatan satu unit perahu layar mini membutuhkan waktu sedikitnya lima hari.

Perahu dibuat menggunakan kayu, seperti waru dan sengon, sedangkan layarnya memanfaatkan plastik layangan yang dinilai lebih lentur dan mampu menangkap angin dengan baik.

Meski seluruh persiapan telah dilakukan, tantangan terbesar saat perlombaan tetap ditentukan oleh kondisi alam, terutama arah angin dan arus laut yang berubah-ubah.

Kendati demikian, para peserta tetap optimistis mengikuti perlombaan hingga garis finis. (mer)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.