TRIBUNNEWS.COM - Aksi main hakim sendiri yang berujung pada korban tewas terjadi di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.
Seorang pria berinisial KD dikeroyok warga karena diduga mencuri ayam, Jumat (24/7/2026).
Kasus tersebut saat ini ditangani Polsek Baturiti dan Polres Tabanan.
Petugas kepolisian tengah mengusut dua kasus sekaligus yakni dugaan pencurian ayam dan dugaan pengeroyokan yang mengakibatkan KD tewas.
KD merupakan warga Desa Sudetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.
Buleleng merupakan sebuah kabupaten di Provinsi Bali, dengan ibu kota Singaraja.
Secara adimistratif, Buleleng berbatasan dengan Laut Jawa atau Bali di sebelah Utara, Kabupaten Karangasem di sebelah Timur, Kabupaten Jembrana; Kabupaten Tabanan; Kabupaten Badung; dan Kabupaten Bangli di Selatan, serta Kabupaten Jembrana di sebelah Barat.
Keadaan topografi Kabupaten Buleleng yakni sebagian besar merupakan daerah berbukit yang membentang di bagian Selatan.
Sementara di bagian Utara, wilayah Kabupaten Buleleng memanjang dari Barat ke Timur, meliputi seluruh pantai utara Bali.
Kembali pada kasus terduga pencuri ayam tewas diamuk massa. Terduga pelaku meninggalkan tiga orang anak.
Anak sulungnya telah berkeluarga, anak kedua masih duduk di bangku kelas 1 SMA, dan anak bungsunya masih kelas 1 SD.
Baca juga: Polisi Tangkap Maling Motor yang Beraksi di Parkiran Gereja Ciputat, Airsoft Gun Jadi Bukti
Perbekel Desa Sidetapa, I Made Sutama mengaku ikut terpukul saat menjemput jenazah korban.
Ia tak kuasa melihat anak-anak KD menangis kehilangan ayah mereka.
"Saya sedih melihat anak-anaknya menangis kehilangan ayahnya," ujar Sutama, Sabtu (25/7/2026), dikutip dari Tribun-Bali.com.
Di sisi lain, Sutama menuturkan, pihak keluarga memilih mengikhlaskan kepergian KD.
Hingga saat ini, pihak keluarga juga belum mengajukan laporan polisi terkait dugaan pengeroyokan yang mengakibatkan KD tewas.
"Orangnya sudah meninggal. Saya sampaikan kepada keluarga agar mengikhlaskan kepergiannya."
"Soal yang terjadi, biarlah menjadi urusan hukum dan Tuhan yang memberikan jalan terbaik," kata Sutama.
Belum adanya laporan dari pihak keluarga itu dikonfirmasi Kapolsek Baturiti, Kompol Nyiman Darsana.
"Masih nihil (laporan dari keluarga terduga pelaku)," imbuhnya.
Mengutip Tribun-Bali.com, terduga pelaku disebut tertangkap tangan saat mencuri ayam aduan milik IWAS (31).
IWAS merupakan warga Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti.
Warga yang mengetahui ada pencurian langsung berdatangan dan mengeroyok terduga pelaku.
Aksi main hakim warga itu berujung tewasnya terduga pencuri ayam.
Tak berhenti di situ, massa yang sudah tersulut emosi juga membakar sepeda motor yang diduga digunakan oleh terduga pelaku saat beraksi.
Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani mengatakan, personel Polsek Baturiti menerima laporan masyarakat sekira pukul 02.00 Wita.
"Saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP), petugas mendapati terduga pelaku telah meninggal dunia," ujarnya.
Di lokasi kejadian, jajaran Polsek Baturiti mengamankan sejumlah barang bukti.
Di antaranya satu ekor ayam milik korban, satu bilah golok yang diduga milik pelaku, serta sebuah tas berisi tang, ketapel, batu, dan sejumlah uang tunai.
Usai kejadian, jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Semara Ratih.
"Jenazah terduga pelaku kemudian dievakuasi ke RS Semara Ratih untuk penanganan lebih lanjut sekaligus proses identifikasi awal karena waktu kejadian tidak ditemukan identitas pelaku," ucapnya.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap kasus ini.
"Saat ini kami masih mendalami informasi mengenai keresahan masyarakat akibat maraknya kasus kehilangan ternak, khususnya ayam aduan, yang diduga menjadi pemicu warga melakukan aksi main hakim sendiri," imbuhnya.
(Tribunnews.com/Nanda Lusiana, Tribun-Bali.com/Muhammad Fredey Mercury/I Komang Agus Aryanta)