TRIBUNJAKARTA.COM - Persija Jakarta buka suara menanggapi sanksi disiplin yang dijatuhkan Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) kepada pelatih kepala Shin Tae-yong (STY).
Manajemen Macan Kemayoran memastikan telah melakukan verifikasi langsung kepada KFA soal kabar sanksi tersebut.
Manajemen Persija menegaskan sanksi tersebut tidak memengaruhi posisi STY sebagai pelatih Persija.
Dalam keterangan resminya, Persija menyebut klarifikasi dilakukan untuk memastikan seluruh informasi yang beredar benar dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Hasil komunikasi dengan KFA menunjukkan sanksi yang dijatuhkan kepada Shin Tae-yong berdurasi satu tahun dan hanya berlaku dalam yurisdiksi sepak bola Korea Selatan.
Artinya, keputusan tersebut tidak berdampak terhadap aktivitas Shin Tae-yong di luar Korea, termasuk saat menjalankan tugasnya sebagai pelatih kepala Persija Jakarta.
"Berdasarkan hasil komunikasi dan verifikasi yang dilakukan, Persija meluruskan dua poin utama terkait sanksi tersebut, yakni sanksi disiplin berdurasi satu tahun dan hanya berlaku dalam yurisdiksi sepak bola Korea Selatan," tulis pernyataan resmi Persija, Minggu (26/7/2026).
Persija menegaskan tetap memberikan kepercayaan penuh kepada Shin Tae-yong untuk memimpin Macan Kemayoran menghadapi Piala Presiden 2026 dan Super League 2026/2027.
Manajemen juga memastikan polemik yang berkembang tidak mengganggu program persiapan tim menuju musim baru.
Presiden Persija Mohamad Prapanca mengatakan seluruh elemen klub tetap fokus meningkatkan performa tim dan mendukung penuh pekerjaan Shin Tae-yong.
"Kami memberikan dukungan penuh kepada Shin Tae-yong untuk terus menjalankan tugasnya sebagai pelatih kepala Persija. Seluruh elemen tim saat ini tetap fokus mempersiapkan diri menghadapi Piala Presiden 2026 dan Super League 2026/2027," ujar Prapanca.
Ia berharap seluruh pemain dan jajaran tim tidak terpengaruh oleh situasi yang berkembang di luar lapangan.
"Kami berharap seluruh elemen tim tidak terpengaruh dengan situasi saat ini dan tetap berorientasi pada peningkatan performa tim," lanjutnya.
Nama Shin Tae-yong sebelumnya menjadi sorotan setelah media Korea melaporkan KFA menjatuhkan sanksi disiplin kepada pria berusia 55 tahun tersebut.
Sanksi itu berkaitan dengan polemik yang terjadi ketika Shin Tae-yong menangani klub kasta tertinggi Korea Selatan, Ulsan HD, pada 2025.
Menurut laporan media Korea, Channel A, Shin Tae-yong sempat terlibat perselisihan dengan sejumlah pemain, muncul dugaan penyerangan terhadap pemain, hingga isu bermain golf saat tim menjalani laga tandang.
Kasus tersebut kemudian ditangani KFA dan Pusat Etika Olahraga di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan.
Setelah melalui proses penyelidikan, KFA menjatuhkan sanksi disiplin yang berlaku dalam lingkup sepak bola Korea Selatan.
Meski demikian, Persija memastikan keputusan tersebut tidak memengaruhi status maupun tugas Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala Macan Kemayoran.
Dengan penegasan tersebut, Shin Tae-yong dipastikan tetap memimpin Persija dalam persiapan menghadapi Piala Presiden 2026 dan mengarungi kompetisi Super League 2026/2027.
Baca juga: DPRD DKI Dorong Pendataan Kondisi Sekolah untuk Pastikan Pembangunan Tepat Sasaran
Baca juga: TRANSFER Keluar: Dilepas Persija, Pemain Ini Bentrok vs Neymar, Aksi Bersitegang di Lapangan Viral
Baca juga: Persija Belum di Kondisi Ideal, STY Bocorkan Nasib Dua Rekrutan Baru Jelang Piala Presiden 2026