Kota Yogya Bidik 350 Ribu Wisman di 2026, Puncak Kunjungan Diprediksi Juli-Agustus
Yoseph Hary W July 26, 2026 06:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemkot Yogyakarta memasang target tinggi untuk tingkat kunjungan pelancong atau wisatawan mancanegara (wisman) pada 2026. 

Tak tanggung-tanggung, sebanyak 350 ribu wisman ditargetkan bisa menyambangi dan membelanjakan pundi-pundinya di Kota Pelajar sepanjang tahun ini.

​Sinyal positif pun mulai terlihat, di mana hingga pertengahan bulan Juli 2026, angka kedatangan turis asing tercatat sudah menembus 212.017 orang.

Optimistis target tercapai

​Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Lucia Daning Krisnawati, mengaku optimistis target tersebut bakal terealisasi pada penghujung tahun.

Optimisme didasari fakta bahwa periode Juli hingga Agustus merupakan peak season alias puncak kedatangan wisatawan mancanegara ke Kota Yogyakarta.

​Guna mendongkrak angka tersebut, Dispar telah merancang deretan program pemikat, dengan menyuguhkan pengalaman budaya lokal secara langsung. 

"Jadi, kami berusaha memberikan pengalaman baru untuk turis dari luar negeri ini, antara lain melalui program Bule Mengajar dan Kampung Inggris," tandasnya, Minggu (26/7/26).

Manjakan turis mancanegara

Tak hanya itu, Pemkot juga siap memanjakan para turis melalui event berskala internasional seperti Wayang Jogja Night Carnival, Artjog, dan Kustomfest, yang promosinya digencarkan ke mancanegara.

​Guna memperkuat daya saing, Daning memastikan pihaknya merangkul seluruh elemen lewat kolaborasi pentahelix demi meningkatkan jumlah pergerakan, lama tinggal, hingga nilai belanja para wisman.

​"Kami memastikan kesiapan dari segi ⁠pelayanan. Destinasi-destinasi wisata yang jadi tujuan wisatawan mancanegara siap memberikan pelayanan terbaik," ujarnya.

​Fenomena lonjakan turis asing di pertengahan tahun ini turut diamini oleh Ketua DPD Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, Bobby Ardiyanto Setyo Adji.

Menurutnya, momen libur musim panas di negara asal wisman jadi pemicu utama tren kenaikan yang wajib dimanfaatkan maksimal oleh pemerintah dan para pengelola destinasi wisata di Yogyakarta.

​"Aspek safety, pelayanan prima, dan penekanan pada mitigasi jadi poin krusial untuk memberi kepercayaan dan daya tarik bagi wisman agar tetap berkunjung ke Yogyakarta," tegasnya. (aka)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.