Jembatan Ambruk di Kandis Ogan Ilir Jadi Berkah bagi Penyedia Jasa Perahu Motor, Rp300 Ribu Sehari
tarso romli July 26, 2026 07:27 PM

 

 

Baca juga: Gubernur Herman Deru Turun Tangan Atasi Jembatan Ambruk di Prabumulih, Jembatan Darurat Dipasang

SRIPOKU.COM, INDRALAYA — Di balik musibah selalu tersimpan berkah. Kalimat tersebut menggambarkan situasi yang dirasakan oleh para penyedia jasa penyeberangan perahu motor di Kecamatan Kandis, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Sudah lebih dari enam bulan jembatan penghubung antardesa di wilayah tersebut ambruk, sehingga membuat akses mobilitas warga antarkecamatan menjadi terhambat.

Kendati demikian, lumpuhnya akses jembatan ini menjadi peluang rezeki tersendiri bagi warga yang menyediakan jasa perahu motor untuk melayani masyarakat yang ingin menyeberang.

Salah seorang penyedia jasa, Abdurrahman (56), mengaku bahwa mulanya ia hanya melayani para pelajar yang hendak pergi ke sekolah.

Namun, seiring berjalannya waktu, pengguna jasanya semakin beragam.

"Tapi sekarang ini semakin banyak orang perlu untuk menyeberang. Jadi mereka naik perahu motor," ujar Abdurrahman kepada Tribunsumsel.com dan Sripoku.com, Minggu (26/7/2026).

Rute penyeberangan yang dilayani utamanya menghubungkan Desa Lubuk Rukam dan Desa Muara Kumbang.

Mayoritas pengguna jasa penyeberangan ini merupakan pengendara sepeda motor.

Untuk sekali jalan, tarif yang dipatok tergolong terjangkau, yakni Rp5.000 per orang atau Rp10.000 bagi pengendara yang membawa sepeda motor.

"Per orang kan Rp5 ribu tarifnya. Kalau dia bawa sepeda motor, jadi Rp10 ribu. Kalau satu keluarga—ayah, ibu, dan anak yang bawa sepeda motor—tetap Rp10 ribu," tutur Abdurrahman.

Berkat jasa penyeberangan tersebut, Abdurrahman mengaku mampu meraup pemasukan kotor hingga Rp300.000 per hari.

Senada dengan Abdurrahman, penyedia jasa perahu motor lainnya, Suparna, juga mengaku ketiban rezeki.

Bahkan, Suparna melayani penyeberangan hingga larut malam mengingat aktivitas warga dan pengendara sepeda motor di Kecamatan Kandis hampir tidak pernah putus selama 24 jam.

"Perahu mulai jalan waktu pagi sampai terkadang pulang tengah malam. Alhamdulillah, orang merasa terbantu dan kami dapat berkahnya," ucap Suparna.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ogan Ilir, H. Ruslan, menjelaskan bahwa jembatan penghubung Desa Lubuk Rukam dan Muara Kumbang tersebut tercatat sudah dua kali ambruk.

Insiden pertama terjadi pada Kamis (22/1/2026) siang akibat tiang jembatan diterjang tumpukan rumput.

Setelah sempat dibangun jembatan darurat khusus sepeda motor, jembatan tersebut kembali ambruk pada Senin (16/2/2026).

"Penyebabnya sama, ambruk karena fondasi diterjang tumpukan rumput yang terbawa arus deras sungai," jelas Ruslan.

Baca juga: 4 Truk Terjebak di Jembatan Ambruk Muara Lawai Lahat Belum Dievakuasi, 2 Sopir Alami Luka Serius

Guna mengatasi masalah ini secara permanen, Pemkab Ogan Ilir telah mengajukan usulan anggaran sebesar Rp30 miliar kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU). 

Ruslan menyebutkan bahwa pembangunan jembatan tersebut tidak memungkinkan jika hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Itu Rp30 miliar baru sebatas usulan ke pemerintah pusat, Kementerian PU. Diharapkan dengan anggaran sebesar itu dapat dibangun jembatan beton, bukan jembatan plat besi," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.