TRIBUN-TIMUR.COM, PANGKEP - Satu unit rumah warga di Desa Mangallekana, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, terbakar, Minggu (26/7/2026).
Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Pangkep, Hapiluddin, mengatakan, pihaknya menerima informasi kebakaran tersebut sekitar pukul 13.25 WITA.
“Informasi kami terima sekitar pukul 13.25 WITA. Petugas kemudian tiba di lokasi sekitar pukul 13.35 WITA,” katanya dikonfirmasi Tribun Timur.
Rumah yang terbakar diketahui milik Kanuddin, warga Lembang, Desa Mangallekana, Kecamatan Labakkang.
Sebanyak lima unit armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian.
Total 25 personel turut diterjunkan untuk melakukan penanganan dan pemadaman api.
Kencangnya angin hingga material rumah yang terbuat dari kayu membuat api cepat merambat ke seluruh bagian.
Hapiluddin mengatakan, berdasarkan informasi sementara, kebakaran diduga disebabkan korsleting listrik.
“Untuk sementara, sumber kejadian diduga akibat korsleting listrik. Objek yang terbakar satu unit rumah dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujarnya.
Petugas kemudian meninggalkan lokasi kejadian sekitar pukul 14.50 WITA setelah proses penanganan selesai.
Belum diketahui secara pasti total kerugian yang dialami pemilik rumah akibat kebakaran tersebut.
Beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Namun, kerugian materil ditaksir hingga ratusan juta rupiah.
Data Damkar Pangkep, sekitar 16 Kasus kebakaran terjadi hingga pertengahan tahun 2026.
Dari jumlah kasus yang terjadi, rumah tinggal jadi objek yang paling banyak dilalap si jago merah.
Kemudian disusul kendaraan, lahan, lokasi pembuangan sampah dan tempat usaha.
"Mayoritas adalah rumah tinggal, berjumlah 10 kasus," kata Ince Irwan Komandan Pleton Damkar Pangkep kepada Tribun Timur, Senin (22/6/2026).
Ince menyebutkan kebakaran paling sering terjadi di Kecamatan Pangkajene sebanyak 7 kasus.
Kemudian disusul Kecamatan Labakkang 4 kasus, Kecamatan Minasatene 3 kasus dan Kecamatan Bungoro sebanyak 2 kasus.
Ia menuturkan penyebab utama kebakaran paling banyak akibat arus pendek listrik
"Selain itu, ada pula akibat kebocoran gas dan ada satu kasus pula yang diakibatkan okeh aktivitas pembakaran sampah," sebutnya.
Tidak ada korban jiwa dari rentetan kebakaran selama enam bulan tersebut.
Hanya saja, total kerugian materil ditaksir mencapai Rp500 juta.
Ia mengungkapkan keterbatasan sarana dan prasarana pemadam kebakaran, masih menjadi kendala utama dalam proses tindak lanjut laporan yang masuk.
"Apalagi di Pangkep dengan cakupan wilayah yang luas mulai dari dataran tinggi hingga ke daerah pulau," sebutnya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya pun menempatkan sejumlah armada di beberapa kecamatan untuk mengcover wilayah sekitarnya.
"Kami tempatkan beberapa armada di beberapa kecamatan Seperti di Balocci, Labakkang dan Kecamatan Segeri, dan di Mako Damkar ada enam armada," bebernya.
Pihaknya juga berencana menempatkan armada di daerah pegunungan Tondong Tallasa.
"Insyaallah tahun ini, kami sisa menunggu arahan pimpinan," sebutnya.