Rahasia KBS Sukses Tambah Koleksi Kucing Besar, Ada Harimau Putih hingga Kerjasama Jepang
Dyan Rekohadi July 26, 2026 06:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Kebun Binatang Surabaya (KBS) sukses memperkaya koleksi satwa kucing besar (big cats) dalam beberapa tahun terakhir lewat program pengembangbiakan (breeding) dan pertukaran satwa demi menjaga keragaman genetik (fresh blood) serta mendukung pelestarian.

Langkah ini tak hanya memperkuat posisinya sebagai destinasi favorit pengunjung, tetapi juga mengantarkan KBS dipercaya Kementerian Kehutanan RI untuk menjalin kerja sama internasional breeding loan komodo dengan Prefektur Shizuoka, Jepang.

Baca juga: KBS Surabaya Paling Berhasil Kembangbiakkan Komodo, Siap Dilepasliarkan ke NTT

 

Tambahan Koleksi Kucing Besar


Hingga saat ini, KBS memelihara delapan ekor harimau, tujuh ekor singa, serta dua spesies kucing liar asal Afrika, yakni serval dan caracal.

Kepala Seksi Humas KBS, Lintang Ratri Sunarwidhi mengatakan, KBS saat ini memelihara dua jenis harimau, yakni harimau Sumatera dan harimau Benggala.

"Dua jenis harimau yang ada di KBS yaitu harimau Sumatera dan harimau Benggala. Untuk Benggala ada dua jenis, yakni Benggala biasa dan Benggala putih," kata Lintang.

Kehadiran harimau Sumatera betina bernama Rengganis genap membuat koleksinya menjadi empat ekor, yaitu tiga betina dan satu pejantan.

Sementara itu, koleksi harimau Benggala juga menjadi empat ekor setelah kedatangan Anara, harimau putih yang menjadi satu-satunya koleksi harimau putih di tempat itu.

Selain harimau, terdapat tujuh ekor singa yang sebagian besar merupakan hasil breeding internal, lalu serval dari pertukaran satwa, dan caracal yang turut melengkapi koleksi.

Baca juga: Red Panda Asal Jepang akan Hadir di KBS Surabaya, Tindak Lanjut Breeding Loan Komodo

 

Rahasia Perawatan Spesial

Lintang menjelaskan, program breeding tidak bisa dilakukan sembarangan.

Sebelum satwa dikawinkan, tim dokter hewan dan keeper memastikan kondisi kesehatan, kecukupan nutrisi, hingga kesiapan satwa memasuki masa reproduksi.

"Selama ini kita breeding dan juga tukar-menukar satwa untuk mendapatkan fresh blood. Yang jelas kesehatannya dipantau, nutrisinya dijaga, kemudian kita juga harus mengetahui kapan masa kawinnya," ujarnya.

Setiap ekor harimau membutuhkan sekitar 5,5 kilogram pakan harian berupa daging, ayam, hingga kepala ayam, disertai vitamin harian, obat cacing berkala, dan vaksin tahunan.

"Setiap hari ada kontrol kesehatan dari keeper, kemudian dilanjutkan dokter hewan. Kalau ada satwa yang sakit, langsung ditangani sesuai kondisinya," jelasnya.

Namun, Lintang mengakui bahwa tantangan terbesar dalam merawat satwa kucing besar adalah menjaga kondisi kesehatannya ketika memasuki usia lanjut.

Beberapa kematian harimau yang pernah terjadi di KBS disebabkan oleh faktor usia, sehingga pemantauan rutin menjadi kunci utama.

"Sejauh ini, hewan yang sakit mendapat pengobatan secara komperhensif langsung dari dokter," katanya.

Baca juga: Kejati Jatim Kejar Aliran Dana Korupsi Yang Menyeret Eks Dirut PDTS KBS Chairul Anwar 

 

Tempat Favorit Pengunjung yang Dipercaya sampai ke Mancanegara


Area kandang big cats kini menjadi salah satu daya tarik utama bagi para wisatawan yang datang berkunjung.

"Tempat kucing kita, baik singa maupun harimau, menjadi lokasi favorit pengunjung. Selain gajah dan jerapah, banyak pengunjung yang sengaja datang untuk melihat harimau dan singa," kata Lintang.

Pengunjung bahkan rela menunggu lama hanya untuk melihat harimau atau singa keluar dari area teduh.

Keberhasilan dalam pemenuhan standar kesejahteraan, kesiapan kandang, rekam jejak kesehatan, hingga nutrisi membuat KBS mendapat pengakuan tinggi sebagai lembaga konservasi.

Konsistensi itu membuah hasil ketika Kementerian Kehutanan Republik Indonesia menunjuk KBS sebagai mitra kerja sama internasional program breeding loan komodo dengan Pemerintah Prefektur Shizuoka, Jepang tahun ini.

Kerja sama yang ditandai penandatanganan MoU itu diimplementasikan melalui sinergi antara iZoo Jepang dengan Kebun Binatang Surabaya.

Program itu bertujuan mendukung pelestarian komodo, memperkuat edukasi publik, dan meningkatkan kesadaran internasional akan pentingnya konservasi.

Kedua lembaga akan mengatur aspek teknis mulai dari pemeliharaan, transportasi, hingga pengawasan satwa secara ketat.

Penunjukkan itu menjadi bukti nyata bahwa kebun binatang milik Pemkot Surabaya ini memiliki kapasitas dan pengalaman mengelola satwa langka sesuai standar internasional.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.