SURYA.CO.ID, BOJONEGORO – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) Area Bojonegoro menggelar forum edukasi bertajuk "Sinergi Bersama PGN Area Bojonegoro: Wujudkan UMKM Tangguh, Hemat Energi, dan Berdaya Saing" di Hotel Eastern, Bojonegoro.
Inisiatif itu menegaskan komitmen PGN mendorong efisiensi operasional sektor usaha lokal melalui pemanfaatan energi bersih yang aman dan praktis.
Baca juga: KAI Daop 8 Tutup Perlintasan Bayeman Bojonegoro Selama Perbaikan Rel, Simak Rekayasanya
Pemanfaatan gas bumi dihadirkan sebagai solusi efisiensi energi bagi para pelaku usaha kecil hingga skala industri.
Area Head PGN Area Bojonegoro, Faishal Arief, mengatakan kegiatan itu merupakan bentuk komitmen PGN untuk memperkenalkan gas bumi sebagai sumber energi yang aman, efisien, praktis, ramah lingkungan, sekaligus mampu meningkatkan daya saing pelaku usaha.
"Penggunaan gas bumi dapat membantu UMKM menekan biaya operasional serta memperoleh pasokan energi yang lebih andal," kata Faishal, Minggu (26/7/2026).
Kegiatan itu dihadiri Kepala Bidang (Kabid) Bina Usaha Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) Kabupaten Bojonegoro Yuri Nur Rahmawati, perwakilan Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Bojonegoro Wiega Bagus Andriyanto, pelaku usaha laundry, UMKM, restoran, serta pengusaha yang tergabung dalam Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).
Baca juga: PGN Resmikan Jargas Ponpes Dalwa Pasuruan, Layani Kebutuhan 15 Ribu Santri
Selain efisiensi, PGN memberikan pembekalan teknis mengenai keselamatan instalasi gas bumi.
Sales PGN Area Bojonegoro, Eko Suprayitno, menyampaikan materi mengenai sifat gas bumi, aspek keselamatan, serta penanganan darurat apabila terjadi kebocoran gas.
Dia menjelaskan, gas bumi memiliki karakteristik lebih ringan daripada udara.
"Sehingga mudah menguap ke atmosfer, tidak mudah meledak, ramah lingkungan, serta telah diberi zat pembau (odorant) sehingga kebocoran lebih mudah terdeteksi," jelas Eko.
Eko mengingatkan pelanggan menempatkan instalasi di area terbuka, menjauhkan dari sumber api, dan memastikan ventilasi dapur memadai.
"Apabila terjadi kebocoran gas, masyarakat tidak perlu panik. Cukup dengan tidak menyalakan api maupun peralatan listrik, menutup seluruh kran gas, membuka pintu dan ventilasi agar sirkulasi udara lancar, serta memeriksa kebocoran menggunakan air sabun pada sambungan pipa," terang Eko.
Jika terjadi kebocoran pada sambungan rumah, pelanggan diminta menutup kran gas dan menghubungi Pertamina Call Center 135 atau layanan WhatsApp PGN.
Baca juga: Program Bedah Dapur GasKita 2026 kembali Digelar PGN, Undian bagi Pendaftar Baru hingga 31 Juli 2026
Inisiatif PGN disambut antusias oleh para pengusaha yang mendambakan kepastian pasokan energi.
Ketua IWAPI Bojonegoro, Sri Artiningsih atau Bunda Arva, mengaku mendapat banyak manfaat dari keunggulan produk PGN.
"Jadi gas bumi ini memperingan beban usaha, bisa lebih hemat, praktis, efisien, dan tersedia 24 jam, oh ya ramah lingkungan juga," ungkapnya.
Dukungan serupa disampaikan Kabid Bina Usaha Perdagangan Disdagkop UM Bojonegoro, Yuri Nur Rahmawati, yang menilai masyarakat sangat menanti perluasan jaringan gas (Jargas).
"Kami berharap jargas semakin diperluas," ujar Yuri.
Potensi bisnis Bojonegoro juga disorot oleh Dewan Asosiasi Laundry Indonesia, Dimas Setiawan, yang menyebut peluang usaha di daerah itu amat menjanjikan.
"Saya setahun lebih meriset Bojonegoro sebelum membuka usaha laundry di sini. Hasil riset saya menunjukkan potensi Bojonegoro sangat bagus, bahkan dibandingkan Lamongan dan Tuban," beber Dimas.
Dimas, yang mendampingi lebih dari 300 mitra usaha, turut membagikan strategi bisnis efisien dengan memanfaatkan gas PGN.
Diakhir acara, Faishal menyampaikan terima kasih kepada Disdagkop UM dan Bagian Perekonomian dan SDA Pemkab Bojonegoro yang terus mendorong iklim usaha yang maju serta penggunaan energi berkelanjutan di Bojonegoro.