Survei: Warga AS Semakin Menilai Israel Negatif
Garudea Prabawati July 26, 2026 06:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Pandangan masyarakat Amerika Serikat (AS) terhadap Israel terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. 

Sejumlah survei terbaru menunjukkan meningkatnya kritik terhadap Israel, baik di kalangan Partai Demokrat maupun Partai Republik, terutama terkait operasi militer Israel di Jalur Gaza.

Survei Pew Research Center yang dirilis pada Juli menemukan bahwa warga AS semakin kritis terhadap rakyat dan pemerintah Israel, sementara pandangan terhadap warga Palestina, Otoritas Palestina, dan Hamas relatif tidak banyak berubah.

Menurut survei tersebut, sebanyak 42 persen warga AS memandang rakyat Israel secara negatif pada 2026, meningkat dari 28 persen pada 2019. 

Sementara itu, pandangan positif terhadap pemerintah Israel turun menjadi 32 persen dari 41 persen pada periode yang sama. Penilaian terhadap Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu juga tercatat semakin negatif.

Temuan serupa muncul dalam survei AP-NORC yang dirilis bulan ini. Survei itu menunjukkan 40 persen warga AS menilai pemerintah AS terlalu mendukung Israel dalam konflik dengan Palestina, mengutip Anadolu Agency, Minggu (26/7/2026).

Baca juga: Amerika Siapkan Serangan Besar ke Iran, Israel Siaga Tunggu Lampu Hijau: Warga AS Dapat Warning

Angka tersebut meningkat dibandingkan 37 persen pada Januari 2024 dan 27 persen pada Agustus 2023.

Di kalangan Partai Demokrat, sebanyak 58 persen responden menilai Washington terlalu berpihak kepada Israel, naik dari 45 persen dua tahun sebelumnya.

Sementara di kalangan Partai Republik, persentasenya meningkat tipis menjadi 27 persen dari 25 persen.

Laporan Axios yang diterbitkan bulan lalu juga menunjukkan mulai melemahnya dukungan terhadap Israel di kalangan anggota Partai Republik yang lebih muda. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai keberlanjutan dukungan tradisional Partai Republik terhadap Israel.

Tekanan terhadap dukungan itu disebut meningkat setelah operasi militer Israel menghancurkan sebagian besar Jalur Gaza dan muncul perbedaan pandangan antara Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu dan pemerintahan Presiden AS Donald Trump terkait upaya mengakhiri perang dengan Iran.

Selama ini Netanyahu berupaya mengimbangi menurunnya dukungan dari Partai Demokrat dengan memperkuat hubungan dengan Partai Republik.

Namun, hasil survei terbaru menunjukkan dukungan di kalangan Partai Republik juga mulai terkikis, khususnya di antara pemilih muda.

Survei Pew pada April menemukan empat dari 10 anggota Partai Republik memiliki pandangan negatif terhadap Israel.

Di kelompok usia 18 hingga 49 tahun, angkanya mencapai 57 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan 25 persen pada kelompok usia 50 tahun ke atas.

Sementara itu, survei Quinnipiac University menunjukkan satu dari lima anggota Partai Republik menilai AS terlalu mendukung Israel, meningkat tiga kali lipat dibandingkan setelah serangan 7 Oktober.

Survei Critical Issues dari University of Maryland juga menemukan bahwa hanya 46 persen anggota Partai Republik yang menganggap tindakan militer Israel di Gaza dapat dibenarkan sebagai bentuk pembelaan diri.

Di kalangan anggota Partai Republik berusia 18 hingga 34 tahun, tingkat dukungannya bahkan hanya mencapai 22 persen.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.