Alasan Haru Marc Cucurella Tak Pernah Mengikat Rambut saat Bermain Bola
Joseph Wesly July 26, 2026 07:39 PM

 

TRIBUNBEKASI.COM- Bek Timnas Spanyol Marc Cucurella memiliki alasan emosional di balik penampilannya yang selalu membiarkan rambut ikalnya terurai saat bertanding.

Kebiasaan itu ternyata bukan sekadar gaya. Hal itu dilakukan pemain anyar Real Madrid ini agar putra sulungnya, Mateo, yang mengidap autisme lebih mudah mengenalinya saat berada di tengah keramaian stadion.

Agar Sang Anak Mudah Mengenali

Cucurella mengungkapkan, keputusan tidak mengikat rambutnya merupakan salah satu cara sederhana untuk membantu Mateo mengenalinya ketika sedang bermain di lapangan.

Kisah tersebut menjadi bagian dari perjalanan keluarga mereka setelah Mateo didiagnosis mengidap autisme.

"Bagian tersulitnya adalah kamu tidak tahu bagaimana kamu bisa membantu," ujar pemain yang baru saja memenangi Piala Dunai 2026 bersama Timnas Spanyol ini saat menceritakan pengalamannya dikutip dari kompas.com

Keluarga Jadi Prioritas

Eks pemain Chelsea berusia 27 tahun itu mengaku diagnosis autisme yang diterima putranya mengubah banyak keputusan dalam kehidupan keluarganya, termasuk saat mempertimbangkan tawaran dari klub baru.

Menurut Cucurella, ia selalu memperhatikan ketersediaan layanan terapi dan pendidikan khusus sebelum memutuskan pindah ke sebuah kota.

"Jika keluarga saya baik-baik saja, saya juga bisa memberikan yang terbaik di lapangan," kata jebolan akademi sepak bola Barcelona, La Masia ini.

Pria kelahiran Catalunya ini berharap kisah keluarganya dapat memberi semangat kepada orangtua lain yang memiliki anak dengan autisme agar tidak merasa sendirian dan lebih cepat mendapatkan dukungan yang dibutuhkan.

Lulusan Akademi LaLiga

 Keberhasilan Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 disebut tidak lepas dari peran besar akademi klub-klub LaLiga dalam mencetak pemain berkualitas.

Kesuksesan La Furia Roja merupakan hasil pembinaan pemain usia muda yang telah dilakukan selama bertahun-tahun hingga melahirkan generasi emas yang mendominasi sepak bola internasional.

Hampir Seluruh Skuad Lulusan Akademi LaLiga

Dari 26 pemain yang membawa Spanyol menjadi juara Piala Dunia 2026, sebanyak 25 pemain merupakan lulusan akademi klub-klub LaLiga.

Satu-satunya pemain yang tidak berasal dari akademi LaLiga adalah kiper David Raya, yang pindah ke Inggris saat berusia 16 tahun.

Hasil Pembinaan Jangka Panjang

Keberhasilan Spanyol dinilai bukan lahir dari satu generasi istimewa semata, melainkan hasil investasi jangka panjang dalam pengembangan pemain muda.

Model pembinaan tersebut memadukan pelatih berkualitas, kompetisi yang kompetitif, serta sistem pengembangan pemain secara menyeluruh.

Fondasi itulah yang turut mengantar Spanyol meraih gelar Piala Eropa 2024, menjadi runner-up UEFA Nations League 2025, hingga akhirnya menjuarai Piala Dunia 2026.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.