- TNI Angkatan Udara kini diperkuat dua jet tempur modern, yakni Rafale buatan Prancis dan M-346F Block 20 buatan Italia.
Meski sama-sama akan memperkuat pertahanan Indonesia, kedua pesawat ini memiliki kemampuan dan peran yang sangat berbeda.
Rafale merupakan jet tempur omnirole generasi 4,5 yang dirancang untuk berbagai misi tempur berintensitas tinggi.
Pesawat ini mampu menjalankan pertempuran udara, serangan darat, hingga operasi antikapal dalam satu platform.
Keunggulan Rafale juga terletak pada radar AESA yang mampu melacak banyak target sekaligus dalam satu waktu.
Jet ini dipersenjatai rudal Meteor untuk pertempuran jarak jauh serta rudal jelajah SCALP yang mampu menyerang sasaran strategis.
Sementara itu, M-346F Block 20 merupakan jet tempur ringan yang juga berfungsi sebagai pesawat latih lanjut bagi calon pilot tempur.
Pesawat ini dipersiapkan untuk menjembatani transisi pilot TNI AU sebelum mengoperasikan Rafale.
Meski berukuran lebih kecil, M-346F Block 20 tetap dibekali radar AESA, kokpit digital Large Area Display, dan avionik modern.
Kemampuan tersebut memungkinkan pesawat melakukan pelatihan sekaligus mendukung operasi tempur ringan secara efektif.
Dalam operasional, M-346F lebih cocok digunakan untuk patroli, pengawasan wilayah, hingga misi serangan ringan dengan biaya yang lebih efisien.
Sedangkan Rafale diproyeksikan menjadi ujung tombak pertahanan udara Indonesia dalam menghadapi ancaman berintensitas tinggi.
Indonesia sendiri telah mengakuisisi 42 unit Rafale, dengan gelombang pertama mulai diterima pada tahun 2026.
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan juga resmi memesan 12 unit M-346F Block 20 dari perusahaan Leonardo, Italia.
Kehadiran kedua pesawat ini diharapkan saling melengkapi, mulai dari pembinaan pilot hingga memperkuat kemampuan tempur TNI Angkatan Udara.