TRIBUNWOW.COM - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim hampir seluruh infrastruktur militer Amerika Serikat di Erbil, Irak, mengalami kerusakan akibat serangkaian serangan yang disebut menggunakan drone terbaru Iran.
Hingga kini, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan belum mendapat konfirmasi resmi dari Amerika Serikat.
IRGC menyampaikan klaim tersebut pada Sabtu (25/7/2026). Menurut mereka, sejumlah markas dan fasilitas militer Amerika Serikat di Irak mengalami kerusakan dalam operasi militer yang dilakukan Iran.
Wilayah Erbil disebut menjadi salah satu sasaran utama serangan. IRGC menyatakan operasi tersebut menggunakan drone terbaru Iran, namun tidak menjelaskan secara rinci jenis drone yang dikerahkan.
Iran mengklaim drone tersebut memiliki kemampuan yang lebih canggih dibandingkan Arash-2, salah satu jenis drone yang sebelumnya digunakan militer Iran.
Juru bicara militer Iran, Brigjen Mohammad Reza Akraminia, juga menyampaikan klaim serupa.
Ia mengatakan serangan tersebut menyebabkan kerusakan serius pada sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di berbagai wilayah Irak.
Baca juga: Houthi Ancam Balas Arab Saudi di Hodeidah, Sebut Eskalasi akan Dibalas Eskalasi
Menurut Akraminia, beberapa pangkalan militer Amerika Serikat kehilangan sebagian kemampuan operasional akibat serangkaian serangan tersebut
Ia juga mengklaim kerusakan peralatan dan fasilitas militer menimbulkan kerugian besar bagi Amerika Serikat.
Iran kemudian memperingatkan bahwa mereka siap melanjutkan operasi militer apabila konflik dengan Amerika Serikat terus berlanjut.
Meski demikian, klaim mengenai kerusakan fasilitas militer Amerika Serikat di Erbil maupun wilayah Irak lainnya belum dapat diverifikasi secara independen.
Hingga saat ini, pemerintah Amerika Serikat juga belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai tingkat kerusakan fasilitas militernya yang disebut menjadi sasaran serangan.
Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran yang dalam beberapa waktu terakhir diwarnai aksi saling serang di kawasan Timur Tengah. (*)