Petani yang Tewas Tak Wajar Baru Sebulan Kembali ke Desa Belitar Muka Rejang Lebong
Ricky Jenihansen July 26, 2026 06:54 PM

 

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Seorang petani berinisial N (50), warga Desa Belitar Muka, Kecamatan Sindang Kelingi, ditemukan meninggal dunia secara tak wajar.

Pria ini tewas diduga sengaja mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di rumahnya pada Sabtu (25/7/2026) malam.

Kepala Desa Belitar Muka, Riki Irawan, mengatakan pihaknya tidak mengetahui secara pasti penyebab yang membuat korban diduga mengakhiri hidupnya.

Sebab, korban baru sekitar satu bulan terakhir kembali menetap di Desa Belitar Muka setelah sebelumnya tinggal di Desa Air Dingin.

"Kalau penyebab pastinya kami kurang paham juga. Korban sebelumnya tinggal di Desa Air Dingin, baru sekitar satu bulan terakhir pulang dan tinggal di sini," ungkap Riki kepada TribunBengkulu.com pada Minggu (26/7/2026).

Riki menjelaskan korban memang telah lama menderita sakit, terutama katarak yang menyebabkan penglihatannya menjadi kabur.

Menurut Riki, korban sudah bolak-balik berobat, namun tak kunjung membuahkan hasil.

Korban sering mengeluhkan kondisi penglihatannya yang semakin kabur.

"Kalau sakit memang sudah lama, terutama kataraknya. Penglihatannya juga sudah kabur," ujarnya.

Korban Tinggal Seorang Diri

Selama tinggal di rumah tersebut, korban diketahui hidup seorang diri.

Sementara itu, orangtuanya tinggal di rumah kakak korban yang lokasinya tidak jauh dari rumah korban.

"Kemarin memang tinggal sendirian di rumah itu. Sedangkan orangtuanya tinggal di rumah kakaknya. Jarak rumah kakaknya dengan rumah korban juga tidak terlalu jauh," jelasnya.

Menurut Riki, korban dikenal sebagai pribadi yang pendiam.

Namun, karena korban sebelumnya tinggal di luar desa, pihaknya tidak terlalu sering berinteraksi dengan yang bersangkutan.

"Sepengetahuan kami orangnya pendiam. Tapi kami juga kurang tahu karena paling ketemu sesekali, misalnya saat ada hajatan atau kegiatan di desa," katanya.

Saat ini jenazah korban telah dimakamkan oleh pihak keluarga pada Minggu pagi setelah proses penanganan dari kepolisian selesai dilakukan.

Keterangan Polisi

Sementara itu, Kasi Humas Polres Rejang Lebong, AKP M Hasan Basri, mengatakan hasil pemeriksaan di lokasi kejadian menunjukkan korban diduga sengaja mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.

"Dari hasil pemeriksaan di tempat kejadian perkara dan keterangan para saksi, korban diduga sengaja mengakhiri hidup dengan cara gantung diri," jelas Hasan.

Menurut Hasan, dugaan motif sementara mengarah pada kondisi depresi yang dialami korban akibat menderita sakit katarak yang telah lama diderita serta adanya permasalahan pribadi dengan istrinya.

"Motif sementara diduga karena korban mengalami depresi akibat sakit katarak yang sudah lama sehingga penglihatannya terganggu, ditambah adanya permasalahan pribadi dengan istrinya," jelasnya.

Korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 20.00 WIB oleh kakak kandung bersama seorang kerabat yang datang ke rumah untuk mengantar korban berobat.

Saat tiba, rumah dalam keadaan gelap dan pintu terkunci.

Merasa curiga, keduanya bersama warga mendobrak pintu samping rumah.

Setelah masuk, korban ditemukan tergantung menggunakan tali karung berwarna putih di bagian dapur.

Warga kemudian memotong tali tersebut dan menurunkan korban sebelum membawanya ke rumah kakaknya.

Polisi yang datang ke lokasi melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti berupa tali karung, serta meminta keterangan para saksi.

Dari pemeriksaan luar ditemukan bekas jeratan pada leher korban.

Pihak keluarga kemudian menolak dilakukan visum maupun autopsi dan membuat surat pernyataan penolakan.

Disclaimer

Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.

Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup.

Anda tidak sendiri. Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.

Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini:

https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.