Pemkab Buleleng Siapkan Pendampingan Psikologis dan Kelanjutan Pendidikan Bagi Dua Anak KD
Putu Dewi Adi Damayanthi July 26, 2026 07:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Trauma yang dialami anak-anak KD, korban dugaan pengeroyokan maut asal Desa Sidetapa, mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Buleleng. 

Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) pun menyiapkan pendampingan psikologis bagi anak-anak korban, sekaligus memastikan mereka tetap mendapatkan perhatian di bidang sosial dan pendidikan.

Kepala Dinsos P3A Buleleng, I Putu Kariaman Putra mengatakan, pendampingan akan dilakukan oleh psikolog yang telah disiapkan pemerintah daerah, untuk membantu proses pemulihan kondisi mental anak-anak korban.

"Besok sudah dilakukan penjangkauan dengan psikolog yang sudah kami siapkan untuk mendampingi anak-anak dan keluarga yang bersangkutan," ujar Kariaman usai mengunjungi rumah duka di Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali, Minggu 26 Juli 2026.

Baca juga: Keluarga Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Dikeroyok di Bali Tempuh Jalur Hukum Usai Berkabung

Menurut Kariaman, secara kasat mata kondisi anak-anak korban mulai tampak lebih tenang. 

Namun, pendampingan psikolog tetap diperlukan untuk mengetahui kondisi psikologis mereka secara menyeluruh dan mencegah trauma berkepanjangan.

"Kalau dari penglihatan kami sudah mulai kelihatan normal. Tapi tetap wajib didampingi psikolog supaya tidak menjadi beban yang berkepanjangan. Dari pendampingan itu nanti baru bisa diketahui sejauh mana tingkat traumanya," kata dia.

Selain menyiapkan pendampingan psikologis, Pemkab Buleleng juga menyalurkan bantuan sosial berupa sembako dan pakaian layak pakai kepada keluarga korban.

Suasana duka selimuti keluarga KD, terduga pelaku pencurian ayam yang dikeroyok hingga tewas di Bali - Keluarga Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Dikeroyok di Bali Tempuh Jalur Hukum Usai Berkabung
Suasana duka selimuti keluarga KD, terduga pelaku pencurian ayam yang dikeroyok hingga tewas di Bali - Keluarga Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Dikeroyok di Bali Tempuh Jalur Hukum Usai Berkabung (Istimewa)

Kariaman mengungkapkan, keluarga korban tergolong kurang mampu dan merupakan penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial. 

Ke depan, pihaknya juga akan mengupayakan bantuan pemberdayaan keluarga serta mengusulkan Program Rumah Sejahtera Terpadu (RST) atau bedah rumah apabila memenuhi persyaratan.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata memastikan pendidikan kedua anak korban tetap menjadi perhatian pemerintah. 

Anak bungsu KD saat ini masih bersekolah di SD Negeri di Sidetapa, sedangkan kakaknya masih menempuh pendidikan di SMK PGRI Seririt. 

"Kami menjamin bahwa pendidikan mereka saat ini masih bisa berlanjut," ujarnya.

Menurut Surya Bharata, pemerintah akan mengoptimalkan bantuan pendidikan yang telah tersedia, seperti Program Indonesia Pintar (PIP), sepanjang memenuhi persyaratan. Selain itu, Disdikpora juga akan mengupayakan bantuan melalui donatur yang bersifat insidentil.

Sementara itu, untuk anak yang duduk di bangku SMK, pemerintah juga menawarkan opsi mengikuti Program Sekolah Rakyat. Melalui program tersebut, seluruh kebutuhan pendidikan ditanggung pemerintah. Namun, keputusan tetap diserahkan kepada pihak keluarga.

"Kalau berkenan, nanti dipertimbangkan oleh pihak keluarga. Dari Dinas Sosial juga disarankan ikut ke Sekolah Rakyat," kata Surya Bharata. (mer)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.