BNPP Siapkan Reaktivasi PLB Temajuk–Telok Melano, RI-Malaysia Makin Terhubung
Acos Abdul Qodir July 26, 2026 08:34 PM

TRIBUNNEWS.COM - Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI menyiapkan reaktivasi Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk–Telok Melano yang menghubungkan Indonesia dan Malaysia.

PLB Temajuk–Telok Melano berada di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Indonesia, yang berbatasan langsung dengan Telok Melano di Sarawak, Malaysia.

Kawasan perbatasan tersebut berjarak sekitar 370 kilometer dari Kota Pontianak, ibu kota Kalimantan Barat, dengan waktu tempuh darat sekitar 8 hingga 12 jam.

Posisi geografis itu membuat jalur Temajuk–Telok Melano menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat yang tinggal di kawasan perbatasan Kalimantan Barat dan Sarawak.

Pengaktifan kembali jalur perlintasan tersebut diharapkan memperkuat konektivitas masyarakat, sekaligus membuka peluang peningkatan aktivitas perdagangan, pariwisata, dan hubungan sosial kedua negara.

Persiapan reaktivasi PLB Temajuk–Telok Melano dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama BNPP RI Budi Setyono.

Rapat tersebut melibatkan Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kalimantan Barat, pemerintah daerah, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Kantor Imigrasi Sambas, Bea Cukai Sintete, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Barat, serta unsur keamanan terkait.

BNPP menyusun proposal sebagai dasar pelaksanaan reaktivasi jalur perlintasan tersebut.

Proposal itu nantinya akan disampaikan kepada Ketua Delegasi Indonesia dan Ketua Delegasi Malaysia untuk pembahasan lebih lanjut.

"Soft launching ini perlu dipersiapkan secara matang melalui penyusunan proposal yang akan disampaikan kepada Ketua Delegasi Indonesia dan Ketua Delegasi Malaysia sebagai rancangan pelaksanaan reaktivasi perlintasan Indonesia–Malaysia melalui Temajuk–Telok Melano," kata Budi Setyono, dikutip Minggu (26/7/2026).

Tahapan tersebut menunjukkan pembukaan kembali jalur perlintasan masih berada dalam proses persiapan dan koordinasi antarnegara.

Baca juga: Catat! 17 Event Besar Indonesia Mulai Agustus 2026: Sepak Bola, MotoGP hingga BIGBANG

Dalam rencana awal, reaktivasi PLB Temajuk–Telok Melano akan ditandai dengan soft launching atau peluncuran awal serta deklarasi pembukaan kembali jalur perlintasan kedua negara.

BNPP juga menyiapkan kegiatan yang melibatkan masyarakat, seperti Sport Tourism 5K Fun Run dan Expo Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Menurut Budi, reaktivasi PLB tidak hanya berkaitan dengan pembukaan akses perbatasan, tetapi juga diharapkan memberi ruang bagi aktivitas ekonomi dan interaksi masyarakat di kawasan sekitar.

"Momentum reaktivasi perlintasan ini tidak hanya menjadi seremoni pembukaan, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui kegiatan yang mendorong pariwisata, pemberdayaan UMKM, dan penguatan hubungan antarmasyarakat di kawasan perbatasan," ujarnya.

Dalam pembahasan teknis, sejumlah instansi menyampaikan masukan untuk mendukung kesiapan operasional PLB Temajuk.

Bea Cukai Sintete mengusulkan penambahan fasilitas mesin X-Ray di PLB Temajuk untuk memperkuat pelayanan sekaligus pengawasan lalu lintas barang.

Pembahasan lanjutan mengenai reaktivasi PLB Temajuk–Telok Melano akan dilakukan melalui forum Sosial Ekonomi Malaysia-Indonesia (Sosek Malindo) pada akhir Juli 2026.

Jika terealisasi, jalur tersebut diharapkan kembali menjadi penghubung aktivitas masyarakat Indonesia dan Malaysia di kawasan perbatasan secara lebih tertib dan terkoordinasi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.