Pelajar Sekolah Rakyat Turut Berpartisipasi dalam Event JFC 2026, Tunjukkan Kreativitas Kostum
Luky Setiyawan July 26, 2026 08:54 PM

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - 15 pelajar Sekolah Rakyat (SR) Jember turut berlenggak-lenggok dan bergaya di runway Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026.

Tujuh pelajar SMP Sekolah Rakyat berpartisipasi di grand carnival JFC 2026, Minggu (26/7/2026).

Sementara delapan pelajar SD telah berpartisipasi dalam World Kids Carnival (WKC) 2026, Jumat (24/7/2026).

"Keseluruhan ada 15 anak, delapan murid SD dan tujuh murid SMP. Kami memang berinisiatif ikut JFC karena beberapa alasan," ujar Kepala SR Jember, Kartika Sari Dewi kepada Surya, Minggu (26/7/2026).

Baca juga: JFC 2026 Dongkrak Ekonomi Jember, Okupansi Hotel Tembus 80 Persen

Baca juga: Wonderful Archipelago Carnival Indonesia Tampilkan 9 Defile di JFC 2026

Satu alasan penting yang disampaikan Kartika adalah event JFC ini bakal melatih dan meningkatkan kepercayaan diri anak didiknya. Alasan lain adalah keterlibatan di JFC mampu mengarah kreativitas pelajar SR.

Sebab mereka harus berpartisipasi aktif dalam pembuatan kostum, disiplin dalam latihan, juga disiplin membangun kepercayaan diri.

Dalam pebuatan kostum, anak-anak tersebut dilibatkan mulai dari desain, sampai produksi.

"Kami sengaja datang ke JFC dan menyatakan diri kepingin ikut. Dengan ini, akan melatih anak didik kami banyak hal, antara lain membangun kepercayaan diri, juga mengasah kreativitas," tegas Kartika.

Percaya Diri Tampil di Hadapan Ribuan Penonton

Ketujuh pelajar SMP Sekolah Rakyat terlihat percaya diri ketika tampil di runway utama JFC di Jalan Sudarman, Jember, Jawa Timur, Minggu (26/7/2026).

Mereka disaksikan oleh ribuan Penonton di sepanjang 3,6 kilometer. Belum lagi banyak juga pejabat dari lintas instansi di Indonesia yang hadir.

Sebut saja Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Wakil Menteri dalam Negeri Bima Arya, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elstianto Dardak, juga Bupati Jember Muhammad Fawait.

Belum lagi ratusan awak media dan fotografer yang mengarahkan lensa camera kepada mereka.

"Nggak gugup, percaya diri saja," ujar Halimah Caraisa Humairo, siswa kelas 8 SMP SR Jember.

Dia tampil percaya diri dalam kostum hijaunya di Defile Conscience. Kostumnya dilengkapi panah. Dia pun beraksi memanah ketika di depan ratusan awak media dan fotografer.

"Saya senang sekali karena bisa terlibat di JFC, have fun ikut JFC, juga dapat banyak ilmu. Dulu kepingin nonton tetapi tidak pernah bisa, dan ibu bilang kalau suatu saat pasti saya bisa menonton. Ternyata tidak hanya nonton tetapi malah jadi peserta," imbuhnya.

Pelajar yang akrab disapa Cara ini berasal dari Kecamatan Patrang.

Sedangkan Nuri Salsabila tampil percaya diri dalam Defile Noise. Pelajar kelas 9 SMP ini terlihat imut dan cantik dalam dandanan yang dilengkapi ornamen topeng.

"Agak berat sih kostumnya, Tapi masih mampu," ujar yatim piatu asal Kecamatan Tempurejo ini.

Dia juga mengaku senang bisa terlibat di JFC karena berani tampil di hadapan mata banyak orang.

Pelajar lain dari SR yang tampil di grand carnival JFC ada Safa Aurotun Nisa yang tampil di Defile Roots. Pelajar asal Kecamatan Sukorambi yang sempat gap-year satu tahun dari SD ke SMP ini percaya diri ketika bergaya di depan awak media.

"Dulu hanya lihat lewat YouTube, sekarang malah jadi peserta," ujarnya bangga.

Sedangkan Citra Fitria andriyani tampil dalam Defile Rebirth, yang didominasi putih dan biru.

Semua kostum dirancang bersama oleh murid dan para guru. Pembiayaan kostum juga ditanggung oleh pihak sekolah, dalam Hal ini biaya dari Kementerian Sosial RI.

(Sri Wahyunik/TribunJatimTimur.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.