Puluhan Ribu Jemaah Hadiri Manaqib dan Dzikrul Ghofilin yang Digelar IKSAN Ngalah Gempol
Luky Setiyawan July 26, 2026 08:54 PM

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Puluhan ribu jemaah memadati Lapangan Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Minggu (26/7/2026) pagi.

Mereka menghadiri Majelis Manaqib dan Dzikrul Ghofilin Pondok Pesantren Ngalah putaran ke-597 yang digelar Alumni Ikatan Santri Ngalah Gempol (IKSAN Ngalah Gempol).

Kegiatan tersebut menjadi momen istimewa karena untuk pertama kalinya majelis rutin Pondok Pesantren Ngalah diselenggarakan di Kecamatan Gempol. 

Antusiasme masyarakat pun begitu tinggi. Sejak Sabtu (25/7/2026) malam, jemaah mulai berdatangan dari berbagai daerah. 

Baca juga: Ngopi di Tengah Sawah Randupitu Pasuruan, Inovasi Anak Muda Hidupkan Wisata Desa

Baca juga: Blokade Jalur Pantura Pasuruan Berakhir Setelah Ada Komitmen Penghentian Sementara Latihan

Memasuki waktu Subuh, kawasan lapangan hingga ruas jalan di sekitarnya dipenuhi lautan manusia yang ingin mengikuti rangkaian doa dan dzikir bersama.

Sekitar 30 ribu jemaah larut dalam lantunan dzikir, manaqib, dan doa yang dipimpin Pengasuh Pondok Pesantren Ngalah, Romo KH M. Sholeh Bahrudin. 

Dengan penuh kekhusyukan, mereka memohon keselamatan, keberkahan, serta kedamaian bagi masyarakat dan bangsa.

Ketua Panitia Manaqib dan Dzikrul Ghofilin ke-597 Subkhan mengatakan, penyelenggaraan kegiatan tersebut merupakan inisiatif IKSAN Ngalah Gempol yang ingin menghadirkan majelis dzikir lebih dekat dengan masyarakat Kecamatan Gempol.

Menurutnya, kesuksesan acara tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Forkopimcam Gempol, pemerintah desa, jajaran Nahdlatul Ulama beserta badan otonomnya, hingga para relawan yang bergotong royong sejak tahap persiapan.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar, aman, dan penuh kekhidmatan. Ini menjadi sejarah bagi Kecamatan Gempol karena untuk pertama kalinya Manaqib dan Dzikrul Ghofilin digelar di sini dengan antusiasme masyarakat yang luar biasa,” ujarnya.

Disampaikan dia, penyelenggaraan Manaqib dan Dzikrul Ghofilin di Gempol menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan masyarakat dalam menjaga tradisi keagamaan. 

“Melalui kolaborasi antara alumni pesantren, pemerintah, dan masyarakat, majelis tersebut bukan hanya menjadi agenda spiritual, tetapi juga mempererat tali silaturahmi dan memperkokoh nilai-nilai kebersamaan di Kabupaten Pasuruan,” urainya.

Besarnya jumlah jemaah juga terlihat dari konsumsi yang disiapkan panitia. Sekitar 30 ribu porsi makanan dibagikan kepada para jemaah dan seluruhnya tersalurkan hingga kegiatan selesai.

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat mengapresiasi penyelenggaraan majelis akbar tersebut. 

Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.

“Ini momentum yang sangat baik. Ribuan masyarakat berkumpul dalam satu majelis untuk berdoa bersama. Semoga ikhtiar batin ini membawa keberkahan, keselamatan, serta kemajuan bagi Kabupaten Pasuruan,” katanya.

Samsul menilai, di tengah berbagai tantangan kehidupan, pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan kerja nyata, tetapi juga harus dibarengi dengan doa dan penguatan nilai-nilai spiritual.

“Kita meyakini bahwa setiap ikhtiar harus disertai doa. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan, menjauhkan daerah ini dari berbagai musibah, serta melimpahkan keberkahan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Pasuruan,” tuturnya.

Kegiatan itu juga dihadiri Anggota DPRD Rudi Hartono, jajaran Forkopimcam Gempol, para kepala desa se-Kecamatan Gempol, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta puluhan ribu jemaah dari berbagai daerah. 

(Galih Lintartika/TribunJatimTimur.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.