Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sa’dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Dayah Ruhul Qur'ani (RQ) Meulaboh resmi menjalin kerja sama di bidang pendidikan dengan Universitas Al-Wasathiyah Asy-Syar'iyah lil 'Ulumil Islamiyah wal Insaniyah, Yaman.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di Aula Utama Dayah Ruhul Qur'ani, Jumat (24/7/2026).
Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Ketua Majelis Amanah Universitas Al-Wasathiyah Yaman, Syaikh al-Habib 'Abdur Raqib Al-'Aththas.
Sementara dari pihak Dayah Ruhul Qur'ani, dokumen kerja sama ditandatangani oleh Pimpinan Dayah Ustaz H. Kamil Syafruddin, Lc., Kepala Madrasah Aliyah Ustaz H. Muammar Zainun, Lc., serta Kepala Madrasah Tsanawiyah Ustaz H. Aris Munanda, Lc.
Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan akademik antara Dayah Ruhul Qur'ani dengan salah satu perguruan tinggi Islam di Kota Tarim, Hadhramaut, Yaman, yang dikenal sebagai pusat pendidikan Islam dunia.
Selain penandatanganan MoU, rombongan Universitas Al-Wasathiyah juga menggelar sosialisasi kepada para santri mengenai peluang melanjutkan pendidikan ke Yaman.
Baca juga: 2 Santri Dayah Ruhul Qur’ani Meulaboh Lolos ke Jambore Dunia di Polandia
Sosialisasi dipandu Ketua Maktab Aceh, Tgk. Riyan Darwis, Lc., yang memperkenalkan profil universitas, mekanisme pendaftaran, pilihan program studi, hingga informasi mengenai biaya pendidikan. Para santri juga diberikan kesempatan berdialog dan mengajukan pertanyaan secara langsung.
Dalam kunjungan tersebut, Syaikh al-Habib 'Abdur Raqib Al-'Aththas turut didampingi alumni Universitas Al-Wasathiyah sekaligus Juara I AKSI Indosiar 2026, Tgk. Habibi An-Nawawi, Lc., Ketua Maktab Universitas Al-Wasathiyah Indonesia Syaikh Sayyid Abu Bakar bin Syaikh Abu Bakar bin Salim, Ketua Maktab Aceh Tgk. Riyan Darwis, serta Koordinator Wilayah Barat Selatan Tgk. Aduwina Pakeh, M.Sc.
Pimpinan Dayah Ruhul Qur'ani, Ustaz Kamil Syafruddin, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kehadiran langsung pimpinan Universitas Al-Wasathiyah memberikan informasi yang akurat mengenai peluang studi di Yaman sekaligus membuka jalur kerja sama pendidikan yang lebih luas.
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah poin penting yang disepakati dalam MoU tersebut, di antaranya penyesuaian kurikulum Dayah Ruhul Qur'ani dengan Universitas Al-Wasathiyah,
kemudahan proses pendaftaran bagi santri yang ingin melanjutkan studi ke Yaman, serta pemberian potongan biaya kuliah sebesar 20 hingga 50 persen bagi santri berprestasi.
"Alhamdulillah, seluruh poin tersebut telah disetujui oleh Syaikh sehingga menjadi peluang besar bagi santri Dayah Ruhul Qur'ani untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Wasathiyah," ujar Ustaz Kamil.
Baca juga: Dosen UTU Motivasi Santriwati Dayah Ruhul Qur’ani, Kiat Raih Sukses Sesuai Potensi
Ketua Maktab Aceh, Tgk. Riyan Darwis, menambahkan bahwa saat ini Aceh telah memiliki Maktab Wilayah Universitas Al-Wasathiyah yang berlokasi di Aceh Barat. Dengan demikian, calon mahasiswa dari Aceh tidak perlu lagi mengikuti tes masuk di Pulau Jawa atau daerah lain karena seluruh proses seleksi dapat dilakukan di Aceh Barat.
Sementara itu, Pendiri Dayah Ruhul Qur'ani sekaligus Pembina Yayasan Tito Bersaudara (Tibers), Dr. (H.C.) T. Alaidinsyah atau Haji Tito, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan ulama dari Yaman ke Dayah Ruhul Qur'ani.
Menurutnya, kerja sama tersebut bukan hanya membuka akses pendidikan bagi santri, tetapi juga memperkuat hubungan sanad keilmuan dengan para ulama dari negeri yang dikenal sebagai pusat lahirnya banyak ulama besar Islam.
Ia berharap kerja sama ini menjadi awal lahirnya lebih banyak santri Dayah Ruhul Qur'ani yang melanjutkan pendidikan ke Yaman dan kembali mengabdi kepada masyarakat dengan bekal ilmu agama yang lebih mendalam.(sb)