TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumut menyoroti soal tingginya angka narkobda dan kasus lesbian, gay, biseksual, transgender serta queer (LGBTQ) di Sumut.
Menurut Bobby, kedua persoalan tersebut menjadi ancaman serius terhadap kualitas fisik dan mental generasi muda yang akan menentukan masa depan bangsa.
Untuk itu, Bobby mengajak, seluruh elemen masyarakat bersatu memerangi penyalahgunaan narkoba dan LGBTQ tersebut.
"LGBTQ itu menular dan bisa sangat cepat, begitu juga narkoba dan keduanya benar-benar merusak anak muda kita yang harusnya bisa membangun negeri ini,” ucapnya dalam keterangan tertulis, Minggu (26/7/2026).
Sorotan dua kasus tersebut disampaikan Bobby Nasution saat menghadiri Pelantikan Pengurus Majelis Wilayah (MW) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) dan Forum Alumni Himpunan Mahasiswa Islam-Wati (FORHATI) Sumut masa bakti 2026 - 2031.
Bobby menilai tingginya peredaran narkoba di Sumut serta ancauman LGBTQ merupakan persoalan yang perlu ditangani secara bersama-sama.
Baca juga: Sarang Narkoba di Tengah Kebun Sawit Langkat Digerebek, Seorang Pria Diamankan Polisi
Ia juga menyebut kedua isu tersebut termasuk ancaman nonmiliter sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara.
“Ini tentang moral anak-anak muda kita yang mulai terkikis, masuk dalam ancaman nonmiliter yang diperkuat melalui Perpres. Saya optimis ini bisa kita tangani, tetapi kolaborasi dengan KAHMI terutama pergerakan dari presidium baru dan seluruh masyarakat akan lebih cepat,” jelasnya.
Menurut Bobby, upaya melawan kedua persoalan tersebut dapat dimulai dari lingkungan terkecil. Masyarakat diharapkan tidak menormalisasi perilaku yang dinilai menyimpang serta lebih peduli terhadap kondisi lingkungan masing-masing.
Senada dengan itu, Presidium Majelis Nasional (MN) KAHMI Ahmad Doli Kurnia Tanjung menegaskan, masa depan Indonesia berada di tangan generasi muda. Karena itu, kualitas fisik dan mental mereka harus dijaga.
“Masa depan negeri kita ada di anak-anak muda kita, kalau fisik dan mentalnya rusak dia tidak akan bisa membangun negeri ini, dia akan menjadi anak yang lemah,” kata Ahmad Doli Kurnia Tanjung.
Doli berharap seluruh pihaknya dapat memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumut.
“Saya harap KAHMI bisa berkolaborasi dengan Pak Gubernur membangun Sumut, menjadi organisasi yang akuntabel, hadir di tengah masyarakat dan modern,” jelasnya.