"Saya Posisi Paling Atas" Cerita Korban Selamat Ketika Tribun Ambruk Menimpa Penonton di GOR Satria
raka f pujangga July 26, 2026 09:55 PM

 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Sinyal bahaya sebenarnya sudah terasa saat ribuan suara menyuarakan lagu Indonesia Raya di GOR Satria Purwokerto; konstruksi besi tribun VIP tempat ratusan penonton berdiri mulai bergetar dan bergoyang-goyang tak stabil.

Nahas, peringatan alamiah itu terabaikan hingga momen pembagian merchandise usai seremoni memicu desakan massa yang berujung petaka.

Struktur besi empat tingkat itu pun roboh beruntun, mengubah sorak-sorai ajang Kejurnas Drift Speed Fest menjadi teriakan histeris penonton yang saling tertimpa.

Baca juga: BREAKING NEWS: Tribun VIP Kejurnas Drift Speed Fest di GOR Satria Purwokerto Ambruk

Suasana meriah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Speed Fest di GOR Satria Purwokerto berubah menjadi kepanikan setelah tribun VIP yang dipadati ratusan penonton dilaporkan roboh, Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. 

Peristiwa itu terjadi diduga saat pembagian merchandise usai seremoni acara, mengakibatkan para penonton berjatuhan dan saling tertimpa.

Tribun tersebut terbuat dari rangkaian besi yang tersusun bertingkat ke atas. 

Informasi mengenai jumlah korban masih menunggu pendataan dari pihak terkait.

Salah seorang saksi sekaligus penonton yang berada di tribun VIP, AG, warga Purwokerto, mengaku selamat dari insiden tersebut. 

Meski demikian, ia mengalami trauma akibat peristiwa tersebut.

AG menceritakan, sejak awal acara tribun VIP sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda tidak stabil. 

Nenurutnya, saat lagu Indonesia Raya dinyanyikan, tribun sudah terasa bergoyang karena dipenuhi penonton.

"Tribun VIP penuh. Sejak Indonesia Raya tribun sudah goyang," ujarnya.

Ia mengatakan, kondisi semakin berisiko ketika panitia mulai membagikan merchandise dengan melemparkan kaos kepada penonton usai seremoni.

Menurut AG, saat itu hampir seluruh penonton yang berada di tribun berdiri untuk berebut merchandise yang dilemparkan.

"Kaos-kaos dilempar-lemparkan. Orang yang berada di atas berdiri semua. 

Waktu Indonesia Raya juga sudah goyang," katanya kepada Tribunjateng.com. 

AG mengaku berada di posisi paling atas tribun VIP saat kejadian berlangsung.

"Saya posisi di atas, paling atas. Tribun yang roboh ada empat tingkatan," ungkapnya.

Ia menjelaskan, bagian tribun mulai ambruk dari sisi selatan sebelum akhirnya roboh secara beruntun.

"Waktu roboh, awalnya dari posisi selatan dulu langsung roboh," tuturnya.

Akibat kejadian tersebut, para penonton langsung berjatuhan dan saling tertimpa. 

Suasana di lokasi berubah menjadi kacau dengan teriakan histeris dari para korban.

"Kondisinya tertumpuk-tumpuk. Pada histeris. Bahkan anak-anak juga ada yang berada di tribun VIP," katanya.

AG menambahkan, pembagian merchandise dilakukan setelah rangkaian seremoni selesai. 

Tribun VIP yang menjadi lokasi kejadian diketahui merupakan area khusus dengan harga tiket masuk sebesar Rp150 ribu.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari panitia penyelenggara maupun pihak berwenang terkait penyebab robohnya tribun VIP tersebut maupun jumlah pasti korban yang terdampak dalam insiden ini. 

Pendataan dan penanganan terhadap korban masih berlangsung.

EVAKUASI KORBAN - Petugas gabungan mengevakuasi korban ambruknya tribun penonton dalam Kejurnas Drift Speed Fest di GOR Satria Purwokerto, Minggu (26/7/2026). Data sementara menyebut ada 75 korban dan tersebar di enam rumah sakit di Kabupaten Banyumas.
EVAKUASI KORBAN - Petugas gabungan mengevakuasi korban ambruknya tribun penonton dalam Kejurnas Drift Speed Fest di GOR Satria Purwokerto, Minggu (26/7/2026). Data sementara menyebut ada 75 korban dan tersebar di enam rumah sakit di Kabupaten Banyumas. (TRIBUN JATENG/Permata Putra Sejati)

75 Korban

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono turun langsung mengunjungi sejumlah rumah sakit melihat kondisi korban ambruknya tribun penonton pada ajang Speed Fest Round 2 Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift di GOR Satria Purwokerto, Minggu (26/7/2026). 

Sadewo mendatangi beberapa rumah sakit yang menjadi lokasi perawatan korban, di antaranya Rumah Sakit Wijaya Kusuma (DKT) Purwokerto dan Rumah Sakit Elisabeth Purwokerto. 

Dalam kunjungannya, ia melihat secara langsung kondisi para korban yang tengah menjalani perawatan medis.

Tak hanya menyapa korban, Bupati Banyumas juga berbincang dengan keluarga yang setia mendampingi di ruang perawatan. 

Ia memberikan dukungan moral sekaligus memastikan seluruh proses penanganan berjalan sesuai kebutuhan korban.

"Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan seluruh penanganan medis bagi para korban berjalan optimal, sekaligus memberikan dukungan moral kepada korban dan keluarganya," ujar Sadewo saat berada di RS DKT Purwokerto. 

Menurut Sadewo, keselamatan para korban menjadi prioritas utama pemerintah daerah. 

Selain memastikan proses pengobatan berjalan maksimal, Pemkab Banyumas juga memberikan perhatian terhadap proses pemulihan fisik maupun psikologis korban pascakejadian.

Ia menegaskan, pemerintah saat ini terus berkoordinasi dengan penyelenggara kegiatan serta berbagai instansi terkait agar seluruh kebutuhan penanganan korban dapat terpenuhi.

"Kami mencoba berkoordinasi dengan penyelenggara dan instansi terkait agar penanganan medis para korban dapat ditanggung dengan tuntas, fokus kita di situ dulu," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com. 

Respons cepat Pemerintah Kabupaten Banyumas tersebut mendapat apresiasi dari keluarga korban. 

Kehadiran Bupati bersama jajaran pemerintah daerah dinilai menjadi bentuk perhatian langsung kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban ambruknya tribun penonton dirawat di sejumlah rumah sakit di Banyumas berdasarkan data sementara teridentifikasi 75 korban yang tersebar di beberapa rumah sakit. 

Yaitu di RS DKT Purwokerto, RS Elisabeth Purwokerto, RS Orthopaedi Purwokerto, RS Margono Geriatri Purwokerto, RSUD Banyumas, dan RS Ananda. 

"Total korban luka berat dan ringan sebanyak 75 orang. 

Selain 3 RS tadi juga ke Geriatri, Margono dan Ananda. 

Saya sedang kelilling ke semua RS mengajak tim penyelenggara untuk menyambangi dan cek kondisi korban," katanya. 

Baca juga: Saksi Mata Ungkap Detik-Detik Tribun VIP GOR Satria Purwokerto Roboh Saat Peserta Rebutan Kaus

Beberapa korban dilaporkan mengalami patah tulang dan masih menjalani penanganan intensif oleh tim medis.

Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Banyumas bersama pihak terkait masih terus melakukan koordinasi memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal, sementara proses investigasi mengenai penyebab ambruknya tribun masih berlangsung. (jti) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.