Jakarta (ANTARA) - Indonesia dan Kanada menjajaki peluang kerja sama baru untuk memperkuat hubungan bilateral, dan implementasi berbagai kerja sama tersebut akan menjadi fokus pertemuan Forum Konsultasi Bilateral selanjutnya antara kedua negara.

"Kami berkomitmen untuk memastikan hubungan bilateral Indonesia dan Kanada tidak hanya tumbuh secara kuantitatif, tetapi juga berorientasi pada hasil nyata yang memberikan dampak langsung bagi kemakmuran masyarakat kedua negara," kata Menlu RI Sugiono dalam keterangan Kemlu RI, Minggu.

Kesepakatan untuk menjajaki peluang kerja sama baru disampaikan pada pertemuan bilateral antara Menlu RI Sugiono dan Menlu Kanada Anita Anand, di sela-sela Rangkaian Pertemuan ke-59 ASEAN Foreign Minister’s Meeting, Post-Ministerial Conferences and Related Meetings (AMM-PMC) di Manila, Filipina, Kamis.

Menurut keterangan tersebut, penyelenggaraan Forum Konsultasi Bilateral mendatang akan digunakan sebagai wadah untuk mengidentifikasi berbagai peluang kerja sama baru yang saling menguntungkan bagi kedua negara.

Kedua pihak juga menekankan pentingnya segera menyelesaikan Rencana Aksi (Plan of Action) 2026-2029 sebagai panduan implementasi kerja sama bilateral yang lebih terarah, produktif dan strategis.

Di bidang ekonomi, Indonesia dan Kanada sepakat untuk terus mendorong peningkatan perdagangan dan investasi, sehubungan dengan akan diberlakukannya Indonesia–Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA).

Pertemuan tersebut akan menjadi momentum baik untuk memperdalam kemitraan Indonesia–Kanada, serta menjadi bagian persiapan perayaan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Kanada pada 2027.