Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebanyak 20 titik panas (hotspot) tersebar di sejumlah kabupaten di Aceh berdasarkan hasil pemantauan satelit sejak Sabtu (25/7/2026).
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Nofrida Handayani, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat kondisi cuaca panas yang terjadi cukup merata di Aceh.
"Masyarakat diharapkan tidak membuka lahan dengan cara dibakar, menghindari pembakaran sampah, serta tidak membuang puntung rokok secara sembarangan," kata Nofrida saat dihubungi Serambinews.com, Minggu (26/7/2026).
Ia juga mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan agar menggunakan pelindung diri seperti jaket, topi, dan kacamata anti-UV. Selain itu, masyarakat diminta mencukupi kebutuhan air mineral agar terhindar dari dehidrasi dan menjaga kondisi fisik tetap prima.
Berdasarkan data BMKG, sebanyak 20 titik panas tersebut tersebar di Aceh Barat, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Utara, Bireuen, Gayo Lues, dan Pidie. Seluruh titik panas yang terpantau berada pada kategori tingkat kepercayaan sedang.
Baca juga: Banda Aceh No 1 Terpanas di Indonesia dalam 24 Jam Terakhir, BMKG Rilis Daftar 10 Daerah Terpanas
Di sisi lain, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk periode 26-28 Juli 2026. Pada 27 Juli tidak terdapat wilayah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem, sedangkan pada 28 Juli potensi hujan sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di Aceh Tenggara dan Bireuen.
Menurut BMKG, kondisi tersebut dipengaruhi aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby, adanya daerah belokan angin dan konvergensi, serta suhu muka laut yang hangat di perairan barat dan selatan Sumatera yang meningkatkan pembentukan awan hujan di wilayah Aceh.
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama pada sore hingga malam hari, serta selalu berhati-hati saat berkendara maupun beraktivitas di luar ruangan karena cuaca buruk berpotensi disertai angin kencang, banjir, dan tanah longsor.(*)