TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Suasana Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Medan berlangsung panas dan ricuh.
Acara yang digelar secara kolektif di Emerald Hotel, Jalan Putri Hijau, Medan, pada Sabtu (25/7/2026) itu berubah menjadi ajang adu teriak antar kader, membuat jalannya musyawarah tidak kondusif.
Kericuhan tersebut bahkan membuat Ketua DPD PAN Kota Medan, M Faisal B.Irkh, MH, tampak kewalahan.
Dari atas panggung sidang, ia berulang kali memohon kepada para peserta dan calon formatur untuk menjaga ketertiban.
"Saudaraku… saudaraku… saudaraku… dari formatur ada kader-kader dari BM PAN, kader-kader PAN Kota Medan yang seharusnya menjaga kondusifitas. Saudaraku, izin saya selaku pimpinan sidang, tolong hargai proses ini, tolong duduk!" ujar Faisal dengan nada lantang di tengah hiruk-pikuk peserta.
Berdasarkan keterangan dari salah satu calon formatur berinisial BS mengatakan bahwa keributan mulai terjadi sejak pukul 16.00 WIB.
Saat itu, seluruh calon formatur sudah berkumpul di dalam ruangan, namun acara belum resmi dimulai.
Tiba-tiba, seorang calon formatur asal Kecamatan Medan Amplas bernama Dedi Setiawan berteriak keras menolak DPW PAN memimpin jalannya sidang Muscab.
Ia menilai hal tersebut bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Pasal 27A.
Perdebatan sengit mengenai aturan itu berlangsung sekitar 15 menit. Ketegangan terus memuncak hingga sejumlah calon formatur mulai merasa tidak nyaman.
Ucapan yang dilontarkan pihak yang melakukan interupsi diduga memicu emosi massa sehingga keributan tak terelakkan.
Fakta yang lebih mengejutkan terungkap dari keterangan salah satu kader yang dekat dengan jajaran pengurus.
Ia mengungkapkan bahwa rata-rata peserta yang ribut dan memprotes jalannya Muscab kolektif adalah kader-kader Badan Muda (BM) PAN Kota Medan yang juga masuk sebagai calon formatur pimpinan DPC PAN Kota Medan.
Pernyataan ini seolah menegaskan tuduhan bahwa Ketua BM PAN Kota Medan dianggap gagal mengendalikan anggotanya sendiri.
Kader tersebut juga menyampaikan kekecewaannya dengan nada pedas.
"Ini sudah berkali-kali jabatan didapat, tapi malah begini kondisinya. Lebih baik benahi dan besarkan dulu BM PAN, karena BM PAN adalah garda terdepan dan bagian tak terpisahkan dari Partai Amanat Nasional," ucap BS saat dikonfirmasi awak media, Minggu (26/7/2026)
Sementara itu, Ketua BM PAN Kota Medan, M Faisal B.Irkh, saat dikonfirmasi Tribun Medan mengenai penyebab kericuhan musyawarah cabang (Muscab) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Medan ini enggan untuk berkomentar.
(Cr9/Tribun-medan.com)