TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Proses pendaftaran peserta didik baru untuk Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kota Tarakan segera berakhir pada Senin (27/7/2026) besok.
Kepala Dinas Pendidikan Tarakan, Tamrin Toha, menegaskan bahwa masa pendaftaran yang dibuka sejak 21 Juli 2026 akan ditutup pada 27 Juli 2026.
"Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi yang sudah disiapkan pemerintah pusat. Kuotanya terbatas, masing-masing 40 murid untuk SMP dan 40 murid untuk SMA,” jelas Tamrin, Minggu (26/7/2026).
Tahapan pendaftaran dilakukan secara online melalui situs snt.kemendikdasmen.go.id.
Calon peserta didik wajib melampirkan rapor, sertifikat prestasi akademik maupun non-akademik yang terdaftar di Sistem Prestasi Nasional, serta dokumen pendukung lain.
Baca juga: Pendaftaran Sekolah Nasional Terintegrasi di Tarakan Dibuka, Kuota SMP dan SMA 40 Siswa
Setelah pendaftaran ditutup, peserta tidak langsung dinyatakan diterima.
Mereka masih harus mengikuti tes skolastik berbasis komputer yang dipusatkan di lima sekolah:
1. SMP Negeri 3
2. SMP Negeri 5
3. SMP Negeri 10
4. SMP Negeri 11
5. SMA Negeri 2 Tarakan.
Tes dijadwalkan berlangsung pada akhir Juli 2026.
Tamrin menekankan bahwa jalur masuk SNT hanya diperuntukkan bagi siswa berprestasi, baik akademik maupun non-akademik.
"Ini jalur prestasi. Jadi selain rapor, sertifikat prestasi juga harus dilampirkan," ujarnya.
Dengan demikian, masyarakat Tarakan yang ingin mendaftarkan anaknya ke SNT harus segera memanfaatkan kesempatan terakhir besok.
"Besok adalah batas akhir pendaftaran. Setelah itu sistem akan ditutup," pungkasnya.
Setelah pendaftaran, peserta akan menjalani tes skolastik.
Lalu, seusai tahapan seleksi selesai, hasil penerimaan rencananya akan diumumkan pada 3 Agustus 2026.
Kemudian dilanjutkan dengan proses daftar ulang pada 4-7 Agustus 2026 bagi peserta yang dinyatakan lolos.
Pendaftaran SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi dibuka bagi:
Calon murid kelas VII SMP.
Calon murid kelas X SMA.
Berdomisili di kabupaten atau kota yang menjadi lokasi Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).
Kemendikdasmen juga menyampaikan bahwa pendaftaran diprioritaskan bagi calon peserta didik yang berasal dari kabupaten atau kota yang sama dengan lokasi SNT.
Dalam pelaksanaannya, seleksi masuk Sekolah Nasional Terintegrasi bersifat inklusif tanpa membatasi karakteristik calon peserta didik.
Penilaian dilakukan berdasarkan prestasi, baik akademik maupun nonakademik, serta melalui seleksi administrasi dan tes skolastik sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Informasi lengkap mengenai ketentuan seleksi dapat dilihat melalui petunjuk teknis SPMB yang disediakan Kemendikdasmen.
Setelah pendaftaran, peserta akan menjalani tes skolastik.
Lalu, seusai tahapan seleksi selesai, hasil penerimaan rencananya akan diumumkan pada 3 Agustus 2026.
Kemudian dilanjutkan dengan proses daftar ulang pada 4-7 Agustus 2026 bagi peserta yang dinyatakan lolos.
Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) merupakan program unggulan pemerintah yang menghadirkan satuan pendidikan SMP dan SMA dalam satu ekosistem terintegrasi untuk mempercepat pemerataan mutu pendidikan di seluruh Indonesia.
Menurut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menjelaskan Sekolah Nasional Terintegrasi bukan sekadar pembangunan sekolah baru.
Tujuannya yaitu :
1. Mendekatkan layanan pendidikan bermutu kepada anak-anak di daerah.
2. Mengembangkan potensi, minat, bakat, karakter, dan talenta anak secara optimal.
3. Menjadi pusat pertumbuhan mutu bagi sekolah-sekolah di wilayah sekitarnya.
Sekolah ini, juga mengintegrasikan layanan SMP dan SMA dalam satu ekosistem pendidikan yang berkelanjutan dan yang diintegrasikan bukan hanya jenjang dan bangunannya, tetapi juga pembelajaran.
Kemudian pengembangan guru, pembinaan karakter, pengembangan talenta, pemanfaatan fasilitas, dan penjaminan mutu.
"Dengan demikian, perkembangan murid dapat didampingi secara lebih utuh dan berkelanjutan," ucapnya, Senin (11/7/2026) di Jakarta.
(*)