Menag Optimistis Indonesia Mampu Jadi Pusat Peradaban Islam Modern Dunia, Ini Alasannya
Adi Suhendi July 27, 2026 01:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi episentrum peradaban Islam modern dunia. 

Menurutnya, kondisi ekonomi nasional yang stabil, tingkat inflasi yang rendah, serta kehidupan masyarakat yang damai menjadi modal penting bagi Indonesia untuk mengambil peran strategis dalam kepemimpinan peradaban Islam di masa depan.

Hal tersebut disampaikan Nasaruddin saat menutup rangkaian Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII 2026.

Ia mengatakan, tema kongres mendatang perlu lebih visioner dengan mengangkat cita-cita Indonesia sebagai pusat peradaban Islam modern.

"Bahwa persatuan dan kesatuan itu satu keniscayaan bagi bangsa yang sangat plural sekarang ini. Dan ujungnya nanti insyaAllah tentu kita berharap apa yang kita lakukan baru-baru ini Kongres yang ke-8. Mungkin tema yang akan datang kita harus lebih berani sedikit untuk mengangkat bagaimana menjadikan Indonesia sebagai episentrum peradaban dunia modern Islam akan datang," kata Nasaruddin di Hotel Bidakara, Jakarta, Minggu (26/7/2026) malam.

Menag berpandangan, dinamika yang terjadi di kawasan Timur Tengah membuka peluang bagi negara-negara Muslim lain, termasuk Indonesia, untuk tampil sebagai pusat pengembangan peradaban Islam.

"Karena satu sisi bisa kita mengatakan bahwa jangan-jangan memang sudah selesai tugasnya di Timur Tengah melahirkan Islam. Sekarang terbebani dengan begitu banyak beban, kita lihat pertumbuhan ekonomi di kawasan itu sangat menurun. Di Saudi Arabia saja cuma pertumbuhannya sekitar 2,2 persen," ujarnya.

Baca juga: Kongres Umat Islam Rekomendasikan Pembentukan Satgas Khusus Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Nasaruddin kemudian membandingkan kondisi ekonomi sejumlah negara Muslim dengan Indonesia. 

Menurutnya, Indonesia memiliki keunggulan dari sisi stabilitas ekonomi maupun pengendalian inflasi.

"Inflasinya sangat tinggi. Negara Muslim yang paling rendah inflasinya adalah Indonesia, kita hanya 1-2 persen. Dan negara Muslim yang paling tinggi pertumbuhan ekonominya kita 5,2 persen per hari ini," katanya.

Dengan capaian tersebut, ia meyakini Indonesia memenuhi syarat untuk menjadi penggerak kebangkitan peradaban Islam dunia.

"Berarti sangat memenuhi syarat untuk menjadi pengampu kejayaan peradaban dunia Islam akan datang," tegasnya.

Selain faktor ekonomi, Nasaruddin menekankan bahwa suasana damai merupakan prasyarat lahirnya peradaban unggul.

Baca juga: Kongres Umat Islam Indonesia Serahkan Bantuan Rp 22 Miliar untuk Beasiswa Mahasiswa Palestina

Menurutnya, kawasan yang terus dilanda konflik akan melahirkan generasi yang berbeda dibandingkan masyarakat yang hidup dalam ketenangan.

"Di kawasan yang sibuk dengan peperangan tentu yang lahir adalah banyak jenderal. Tetapi di tengah masyarakat yang menikmati ketenangan tentu yang akan lahir adalah para profesor, para kiai," katanya.

Sebab itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa menjaga persatuan, kedamaian, dan kesejukan sebagai fondasi membangun masa depan Indonesia sekaligus peradaban Islam dunia.

"Oleh karena itu mari kita merawat ketenangan, kesejukan, kedamaian. Dan inilah yang akan menjanjikan masa depan yang lebih baik. Namun demikian ada hal-hal yang kontradiktif di dalam masyarakat kita juga yang perlu kita selesaikan bersama," ujar Nasaruddin.

Sekilas Tentang Kongres Umat Islam Indonesia

Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII 2026 yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) berlangsung pada 24–26 Juli 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta.

Forum tersebut mempertemukan ulama, tokoh organisasi kemasyarakatan Islam, akademisi, dan unsur pemerintah untuk membahas berbagai isu strategis keumatan, kebangsaan, serta rekomendasi bagi pemerintah.

KUII VIII diikuti lebih dari 450 peserta yang berasal dari pimpinan dan anggota MUI Pusat.

Sebanyak 87 ormas Islam tingkat pusat, serta unsur pemerintah, termasuk Komisi VIII DPR RI dan sejumlah kementerian. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.