BPBD Usulkan Hujan Buatan Imbas 1.317 Titik Panas di Kalbar, Bagaimana Prosedur Hujan Buatan?
Faiz Iqbal Maulid July 27, 2026 07:27 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat (Kalbar) resmi mengajukan protokol hujan buatan ke pemerintah pusat imbas kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kota Pontianak dan sekitarnya sejak Jumat 24 Juli 2026 lalu.

Berdasarkan data terakhir yang dikeluarkan oleh BMKG Kalbar per Sabtu 25 Juli, ada total 1.317 titik panas yang tersebar di 14 Kabupaten/Kota.

Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar, Daniel saat dikonfirmasi menyebut segala upaya terus dilakukan untuk mengantisipasi dampak karhutla yang dapat mengancam kesehatan masyarakat.

Mulai dari mengerahkan personel darat, hingga personel udara dengan melakukan waterbombing di titik lokasi yang sulit dijangkau.

Namun demikian, titik panas yang terus bertambah meningkatkan risiko bertambahnya titik api.

"Sudah usulkan, tinggal bagaimana hasilnya masih menunggu," kata Daniel kepada tribunpontianak.co.id, Minggu 26 Juli 2026.

Sembari menunggu upaya tersebut, pihaknya terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten/Kota untuk melakukan upaya pemadaman api akibat kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi.

• Karhutla Mulai Dekati Bandara Supadio Pontianak, Bagaimana Kondisi Penerbangan?

Bagaimana Proses Pembuatan Hujan Buatan?

Dilansir dari beberapa sumber, Hujan buatan dibuat melalui proses penyemaian awan (cloud seeding), yaitu menaburkan bahan kimia higroskopis seperti garam (NaCl), kalsium klorida (CaCl₂), atau urea ke dalam awan menggunakan pesawat.

Berikut prosedurnya:

1. Identifikasi awan target

BMKG menggunakan radar cuaca dan satelit untuk menentukan awan yang berpotensi menghasilkan hujan.

2. Pengangkutan bahan semai

Pesawat milik TNI AU atau helikopter membawa muatan bahan kimia higroskopis seperti garam, CaCl₂, atau urea.

3. Penyemaian awan

4. Pembentukan hujan

Setelah penyemaian, awan akan tumbuh lebih besar dan lebih padat. Dalam waktu 30–60 menit, tetes air jatuh sebagai hujan.

• BPBD Kalbar Pastikan Api di Kawasan Perumahan di Serdam Padam, Tim Masih Siaga

BMKG: Kalbar Masih Minim Hujan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak memprakirakan sebagian besar wilayah Kalimantan Barat masih akan mengalami kondisi minim hujan dalam sepekan ke depan.

Bahkan, hingga akhir Juli 2026, curah hujan diprediksi berada pada kategori rendah dengan sifat hujan di bawah normal.

Prakirawan BMKG Supadio Pontianak, Rizky Noventia Pertiwi, mengatakan berdasarkan prakiraan BMKG, potensi hujan di Kalimantan Barat dalam sepekan ke depan masih tergolong rendah.

Khusus untuk Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak, cuaca diprakirakan didominasi cerah hingga cerah berawan.

"Berdasarkan prakiraan BMKG, dalam satu pekan ke depan potensi hujan di Kalimantan Barat masuk dalam kategori rendah. Untuk wilayah Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak juga diprakirakan dominan cerah hingga cerah berawan," ujar Rizky saat dihubungi, Sabtu 25 Juli 2026.

Meski demikian, BMKG masih melihat adanya peluang hujan ringan pada 30 hingga 31 Juli 2026 di sebagian wilayah Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak.

Namun, hujan tersebut diprakirakan terjadi secara lokal dan tidak merata.

"Terdapat potensi hujan ringan pada tanggal 30 dan 31 Juli di sebagian wilayah Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak, namun diprakirakan tidak merata," katanya.

 • BPBD Kalbar Pastikan Api di Kawasan Perumahan di Serdam Padam, Tim Masih Siaga

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.