Rizki Berkorban Selamatkan Adik-adiknya, Rumah Ambruk di Tatah Layap Banjar Menelan Korban Jiwa
Irfani Rahman July 27, 2026 07:47 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJAR - Runtuhnya tiga rumah di Kompleks Kompleks Fadillah Perdana 5, Jalan Tembikar Kanan, Desa Tatah Layap, Kecamatan Tatah Makmur, Kabupaten Banjar, Sabtu (25/7), menyisakan duka bagi Lastri.

Anak dan cucunya menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Bahkan cucunya Ibnu Rizki, harus menghembuskan napas terakhir tertimbun reruntutan. Rizki tak sempat lagi menyelamatkan diri setelah menyelamatkan adik-adiknya dari reruntuhan.

Lastri menjelaskan, saat kejadian Rizki sedang berada di dalam rumah sedang memandikan dua adiknya.

Namun sebelum terjebak reruntuhan, cucunya tersebut sempat membawa adik-adiknya yang masih balita keluar dari rumah. “

Tadi dia ngamankan adiknya, yang kecil-kecil digendongnya. Adiknya sempat selamat, tapi dia sendiri terlanjur tertimbun dan tidak selamat,” ujar Lastri.

Baca juga: Tiga Rumah di Kertak Hanyar Banjar Ambruk dan Telan Korban, Warga Sebut Kejadiannya Tiba-tiba

Baca juga: Jangan Ada Korban Lainnya

Sebelum insiden terjadi, Rizky diketahui baru saja menjemput adiknya pulang dari sekolah dasar di kawasan Pemurus Dalam, Banjarmasin. “Setelah menjemput adik, Rizky dua hari terakhir ini juga mampir mengunjungi saya,” ujarnya.

Dilain sisi, Lastri juga mengungkapkan bahwa ia merasa adanya perbedaan pada penampilan Rizky ketika bertemu beberapa hari terakhir.

Menurutnya korban terlihat sangat berbeda, dari penampilan biasanya yang selalu tampil rapi saat bepergian.

“Biasanya ia dandan rapi, tapi tadi tidak seperti biasanya. Saya sempat heran, ternyata itu jadi firasat,” ucap Lastri.

Kemarin malam Rizki yang berstatus mahasiswa ini sudah dimakamkan, sementara salah satu adiknya masih menjalani perawatan medis di RSUD Ulin.

Ismail warga sekitar menyebut bahwa proses evakuasi Rizki berlangsung cukup lama, lantaran jasad korban tertindih reruntuhan. “Saat kami evakuasi posisi korban ada di bawah air,” kata Ismail.

Diungkapkan Ismail, pada jasad korban terlihat benjolan kepala, dan beberapa luka di badan. Ia menduga benjolan di kepala korban tersebut akibat terhantam beton dinding bangunan yang ambruk.

Plh Kapolsek Kertak Hanyar, Iptu Sumari, menyebut berdasar data sementara rumah yang ambruk bernomor 29, 30, dan 31.

Di rumah nomor 29 terdapat delapan orang, enam di antaranya dilarikan ke RSUD Ulin Banjarmasin. Satu korban terkonfirmasi meninggal dunia.  

Lima orang luka-luka dilarikan ke rumah sakit, yakni Bintang (3), Wulan (2), Salman (12), bersama ayah dan ibu mereka. Satu orang korban meninggal dunia atas nama Ibnu Rizki (19).  

“Di rumah nomor 29 itu kalau tidak salah ada delapan orang, kemudian meninggal satu orang atas nama Ibnu Rizki, kemudian tiga orang luka di nomor 29 atas nama Bintang, Wulan, dan Salman. Kemudian ada juga rumah nomor 30 satu orang luka tapi tidak dibawa ke rumah sakit,” ujar Iptu Sumari, SH.

Mengenai kronologi diungkapkan bahwa informasi awal menyebutkan rumah nomor 29 ambruk lebih dahulu, lalu merembet ke rumah nomor 30 dan 31 di sebelah kanan.  

Dari keterangan warga, ambruknya tiga rumah tanpa tanda-tanda mencurigakan. Saat kejadian, sejumlah penghuni disebut masih berada di dalam rumah. Warga baru menyadari rumah ambruk setelah terdengar suara runtuhan tiba-tiba. “Tiba-tiba ada bunyi dan langsung ambruk,” ujar Nisa, warga sekitar.

Salah satu korban juga mengaku tak ada tanda-tanda yang dia rasakan sebelumnya. “Listrik mati kan jadi kami di luar, tidak ada tanda apa-apa tiba-tiba rubuh dari situ timbul kena rumah saya juga.

Pas saya di sini di luar. Semuanya habis surat-surat yang pasti,” ujar Fatia, pemilik rumah nomor 31, sambil terus menangisi rumahnya yang telah runtuh.

Dia pun berencana tinggal sementara di rumah orangtuanya di Banjarmasin. Korban berharap ada kebijakan dari pihak developer perumahan atas insiden tersebut.

Warga di lokasi pun mengaku khawatir dengan kondisi bangunan rumah di komplek tersebut. Mereka menilai fondasi rumah kurang kokoh dengan tiang-tiang kurus, sementara beberapa bangunan sudah menunjukkan keretakan. (mel/sai)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.