Ayah Tewas Dimassa di Tabanan, Dinsos Buleleng Turun Tangan Dampingi Psikologis Anak-anak KD
Laksmi Anindita July 27, 2026 08:54 AM

TRIBUNWOW.COM - KD, pria asal Desa Sudetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, tewas setelah diamuk massa dan dikeroyok karena diduga tertangkap tangan mencuri ayam aduan milik IWAS (31).

Peristiwa nahas itu terjadi di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.

Tabanan merupakan satu dari beberapa Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Bali.

Terletak dibagian selatan Pulau Bali, Kabupaten Tabanan memiliki luas wilayah 839,33 kilometer persegi yang terdiri dari daerah pegunungan dan pantai.

Daerah ini terkenal sebagai lumbung beras utama pulau tersebut, memiliki area sawah yang luas serta berkolasi strategis di bagian tengah hingga selatan Bali.

Wilayah ini berbatasan dengan Kabupaten Buleleng di Utara, Badung di Timur, Jembrana di Barat, dan Samudra Hindia di Selatan.

Sementara itu, usai kasus tewasnya terduga pencuri ayam di Tabanan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng memberikan perhatian khusus untuk anak-anak terduga pelaku.

Baca juga: Prilly Latuconsina Nikmati Liburan di Laut, Keseruan Bermain Jetski Sukses Curi Perhatian Warganet

Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) telah menyiapkan pendampingan psikologis bagi anak-anak KD.

Terduga pencuri ayam itu diketahui memiliki tiga orang anak.

Anak sulungnya telah berkeluarga, anak kedua masih duduk di bangku kelas 1 SMP, dan anak bungsunya masih kelas 1 SD.

Pendampingan psikologis diperlukan untuk membantu proses pemulihan kondisi mental anak-anak KD.

Demikian disampaikan oleh Kepala Dinsos P3A Buleleng, I Putu Kariaman Putra.

"Besok (Senin, 27 Juli 2026) sudah dilakukan penjangkauan dengan psikolog yang sudah kami siapkan untuk mendampingi anak-anak dan keluarga yang bersangkutan," ujar Kariaman usai mengunjungi rumah duka di Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Minggu (26/7/2026), dikutip dari Tribun-Bali.com.

Menurutnya, anak-anak KD sudah terlihat lebih tenang.

Kendati demikian, pendampingan psikologis tetap diperlukan untuk mengetahui kondisi mental mereka secara menyeluruh.

Ini juga bertujuan untuk mencegah trauma berkepanjangan.

"Kalau dari penglihatan kami sudah mulai kelihatan normal. Tapi tetap wajib didampingi psikolog supaya tidak menjadi beban yang berkepanjangan."

"Dari pendampingan itu nanti baru bisa diketahui sejauh mana tingkat traumanya," kata dia.

Selain itu, Pemkab Buleleng juga menyalurkan sejumlah bantuan sosial untuk anak-anak KD, di antaranya sembako dan pakaian layak pakai.

Kariaman menyebut, keluarga korban tergolong dalam kategori masyarakat kurang mampu.

Keluarga tersebut masuk dalam daftar penerima Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) dari Kementerian Sosial.

Untuk itu, ke depan, pihaknya juga akan mengupayakan bantuan pemberdayaan keluarga serta mengusulkan Program Rumah Sejahtera Terpadu (RST) atau bedah rumah, apabila memenuhi persyaratan.

Baca juga: Sule Akui Sempat Cemburu setelah Adzam Punya Ayah Sambung, Ungkap Kekhawatiran sebagai Ayah Kandung

Kronologi Kejadian

Mengutip Tribun-Bali.com, terduga pelaku disebut tertangkap tangan saat mencuri ayam aduan milik IWAS (31).

IWAS merupakan warga Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti.

Warga yang mengetahui ada pencurian langsung berdatangan dan mengeroyok terduga pelaku.

Aksi main hakim warga itu berujung tewasnya terduga pencuri ayam.

Tak berhenti di situ, massa yang sudah tersulut emosi juga membakar sepeda motor yang diduga digunakan oleh terduga pelaku saat beraksi.

Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani mengatakan, personel Polsek Baturiti menerima laporan masyarakat sekira pukul 02.00 Wita.

"Saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP), petugas mendapati terduga pelaku telah meninggal dunia," ujarnya.

Di lokasi kejadian, jajaran Polsek Baturiti mengamankan sejumlah barang bukti.

Di antaranya satu ekor ayam milik korban, satu bilah golok yang diduga milik pelaku, serta sebuah tas berisi tang, ketapel, batu, dan sejumlah uang tunai.

Usai kejadian, jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Semara Ratih.

"Jenazah terduga pelaku kemudian dievakuasi ke RS Semara Ratih untuk penanganan lebih lanjut sekaligus proses identifikasi awal karena waktu kejadian tidak ditemukan identitas pelaku," ucapnya.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap kasus ini.

"Saat ini kami masih mendalami informasi mengenai keresahan masyarakat akibat maraknya kasus kehilangan ternak, khususnya ayam aduan, yang diduga menjadi pemicu warga melakukan aksi main hakim sendiri," imbuhnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.